Personel Polda Metro Tewas di SPBU Bekasi
Minggu, 16 Desember 2012 | 13:03 WIB
Korban keracunan karbon monoksida dari asap knalpot mobilnya.
Anggota Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, Briptu Irfan Syarif Maulana (24), ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di SPBU Jalan Jayamartono, Margahayu, Bekasi Timur, Sabtu (15/12) sore. Diduga ia keracunan karbon monoksida.
"Hasil pemeriksaan, korban capek dan ngantuk. Kemudian, mau istirahat dan tidur di dalam mobil di pom bensin. Mobilnya dalam keadaan hidup dan AC hidup," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, saat dihubungi Beritasatu, Minggu (16/12).
Saat mobil itu ditemukan, kata Rikwanto, mesin mobil sudah dalam keadaan mati karena kehabisan bensin.
"Kemudian, pintu dibuka paksa dan ditemukan korban sudah meninggal dunia," tambahnya.
Rikwanto menyampaikan, diduga korban keracunan karbon monoksida dari asap knalpot mobilnya.
"Tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tandasnya.
Diketahui, Briptu Irfan Syarif Maulana (24), ditemukan tewas di dalam sebuah mobil Kijang LGX warna biru metalik bernopol B 8302 RL, sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (15/12). Berdasarkan keterangan saksi, mobil sudah terparkir di SPBU itu sejak pukul 06.30 WIB.
Korban diketahui tewas setelah petugas SPBU atas nama Marwoto curiga karena sejak pagi mobil itu tak berpindah tempat.
Karena dinilai ada kejanggalan, sekitar pukul 15.00 WIB, saksi mengecek dan menemukan korban sudah meninggal di dalam mobil dengan posisi tidur terlentang di kursi sopir, mulut berbusa, dan mobil dalam posisi terkunci dari dalam.
Selanjutnya saksi menghubungi polisi. Korban pun langsung dibawa ke RSUD Bekasi untuk divisum dan menghubungi keluarganya.
Anggota Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, Briptu Irfan Syarif Maulana (24), ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di SPBU Jalan Jayamartono, Margahayu, Bekasi Timur, Sabtu (15/12) sore. Diduga ia keracunan karbon monoksida.
"Hasil pemeriksaan, korban capek dan ngantuk. Kemudian, mau istirahat dan tidur di dalam mobil di pom bensin. Mobilnya dalam keadaan hidup dan AC hidup," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, saat dihubungi Beritasatu, Minggu (16/12).
Saat mobil itu ditemukan, kata Rikwanto, mesin mobil sudah dalam keadaan mati karena kehabisan bensin.
"Kemudian, pintu dibuka paksa dan ditemukan korban sudah meninggal dunia," tambahnya.
Rikwanto menyampaikan, diduga korban keracunan karbon monoksida dari asap knalpot mobilnya.
"Tak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tandasnya.
Diketahui, Briptu Irfan Syarif Maulana (24), ditemukan tewas di dalam sebuah mobil Kijang LGX warna biru metalik bernopol B 8302 RL, sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (15/12). Berdasarkan keterangan saksi, mobil sudah terparkir di SPBU itu sejak pukul 06.30 WIB.
Korban diketahui tewas setelah petugas SPBU atas nama Marwoto curiga karena sejak pagi mobil itu tak berpindah tempat.
Karena dinilai ada kejanggalan, sekitar pukul 15.00 WIB, saksi mengecek dan menemukan korban sudah meninggal di dalam mobil dengan posisi tidur terlentang di kursi sopir, mulut berbusa, dan mobil dalam posisi terkunci dari dalam.
Selanjutnya saksi menghubungi polisi. Korban pun langsung dibawa ke RSUD Bekasi untuk divisum dan menghubungi keluarganya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




