Maluku Butuh Peningkatan Produktivitas bagi Perempuan
Kamis, 20 Desember 2012 | 10:59 WIB
Pengusaha sering memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan.
Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Jeremias Uweubun mengatakan saat ini di Maluku dibutuhkan peningkatan produktivitas dan kompetensi untuk memasuki dunia persaingan bagi perempuan.
Hal ini dikatakannya pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja (paket V) di kota Ambon melalui Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktifitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Tahun Anggaran 2012, di Gedung Telkom Talake Ambon, Kamis (20/12).
Dikatakannya, produktivitas sangat dibutuhkan dalam dunia usaha, karena itu kompetensi perlu ditingkatkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari sekarang. Menurutnya, pengusaha sering memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan, tetapi produktivitas dan kompetensi tenaga kerja juga dibutuhkan serta harus terus ditingkatkan.
“Peningkatan produktivitas sangat penting karena dapat meningkatkan daya saing dan pendapatan perusahaan, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja,” katanya.
Dalam rangka mencapai produktitas kerja tersebut, kata Jeremias, perlu diwujudkan dengan sikap mental antara lain melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, disiplin, upaya pribadi dan kerukunan kerja.
Lebih jauh dikatakan, peran produktivitas dapat dilihat efisiensi penggunaan masukan (input) yang dilakukan oleh tenaga kerja. Jeremias mengatakan, efektvfitas mencapai hasil melalui metode kerja yang lebih baik.
Peranan manajemen dalam peningkatan produktifitas dilakukan bagi pihak manajemen puncak berkaitan dengan kesadaran akan mutu kebijaksanaan serta keputusan yang dibuatnya. “Perlunya langkah penyesuaian diri, dengan gaya kepemimpinan partisipasi (bottom up) dan kesepakatan (commitment). Manajemen mendorong semangat kerja dalam meningkatkan produktivitas,” ujar Jeremias.
Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Maluku Olivia Latuconsina sebagai penyelenggara mengatakan pihaknya bertanggungjawab untuk terus melakukan pemberdayaan terhadap perempuan di Maluku. Hal ini mendorong FPPI terus berupaya agar perempuan di Maluku bisa terus dilatih untuk lebih meningkatkan sumberdaya manusia.
Pelatihan Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja diikuti sekitar 20 peserta pengusaha perempuan di Maluku.
Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Maluku Jeremias Uweubun mengatakan saat ini di Maluku dibutuhkan peningkatan produktivitas dan kompetensi untuk memasuki dunia persaingan bagi perempuan.
Hal ini dikatakannya pada pembukaan Pelatihan Peningkatan Produktifitas Tenaga Kerja (paket V) di kota Ambon melalui Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja dan Produktifitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Tahun Anggaran 2012, di Gedung Telkom Talake Ambon, Kamis (20/12).
Dikatakannya, produktivitas sangat dibutuhkan dalam dunia usaha, karena itu kompetensi perlu ditingkatkan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari sekarang. Menurutnya, pengusaha sering memikirkan bagaimana mendapatkan keuntungan, tetapi produktivitas dan kompetensi tenaga kerja juga dibutuhkan serta harus terus ditingkatkan.
“Peningkatan produktivitas sangat penting karena dapat meningkatkan daya saing dan pendapatan perusahaan, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan tenaga kerja,” katanya.
Dalam rangka mencapai produktitas kerja tersebut, kata Jeremias, perlu diwujudkan dengan sikap mental antara lain melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, disiplin, upaya pribadi dan kerukunan kerja.
Lebih jauh dikatakan, peran produktivitas dapat dilihat efisiensi penggunaan masukan (input) yang dilakukan oleh tenaga kerja. Jeremias mengatakan, efektvfitas mencapai hasil melalui metode kerja yang lebih baik.
Peranan manajemen dalam peningkatan produktifitas dilakukan bagi pihak manajemen puncak berkaitan dengan kesadaran akan mutu kebijaksanaan serta keputusan yang dibuatnya. “Perlunya langkah penyesuaian diri, dengan gaya kepemimpinan partisipasi (bottom up) dan kesepakatan (commitment). Manajemen mendorong semangat kerja dalam meningkatkan produktivitas,” ujar Jeremias.
Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Maluku Olivia Latuconsina sebagai penyelenggara mengatakan pihaknya bertanggungjawab untuk terus melakukan pemberdayaan terhadap perempuan di Maluku. Hal ini mendorong FPPI terus berupaya agar perempuan di Maluku bisa terus dilatih untuk lebih meningkatkan sumberdaya manusia.
Pelatihan Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja diikuti sekitar 20 peserta pengusaha perempuan di Maluku.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




