Renovasi Kantor Wapres yang Telan Rp6 M Rampung Pekan Depan
Jumat, 21 Desember 2012 | 17:21 WIB
"Istana Wakil Presiden termasuk bangunan cagar budaya, jadi kita harus mencari material yang sama seperti untuk langit-langit dan atap."
Renovasi Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan yang menghabiskan dana Rp6 miliar rampung pekan depan.
Sekertaris Sekertariat Wakil Presiden, Mohammad Oemar, mengatakan saat ini renovasi tengah mencapai tahap finalisasi.
"Renovasi akan selesai tanggal 27 Desember, sesuai dengan jadwal," kata Oemar, hari ini.
Menurutnya, dana Rp6 M itu kebanyakan digunakan untuk mencari bahan material yang sama sebelum renovasi.
Renovasi yang dimulai bulan Juli lalu ini disebut memerlukan kehati-hatian dan ketelitian.
"Istana Wakil Presiden termasuk bangunan cagar budaya, jadi kita harus mencari material yang sama seperti untuk langit-langit dan atap. Itu sudah peraturan dari Dirjen Sejarah dan Purbakala," tuturnya.
Renovasi mencakup perbaikan atap kantor Wapres, kelistrikan, elektronik, perbaikan beberapa pilar, dan langit-langit.
Oemar menceritakan perbaikan atap penting karena ada bagian dari atap Istana Wapres yang bocor.
"Pernah Pak Boed ketika sedang makan ada tetesan air hujan bocor," tuturnya.
Meski renovasi akan selesai, untuk tugas sehari-hari Boediono akan tetap berkantor di bekas Gedung Dewan Pertimbangan Agung di Jalan Veteran III, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Untuk tugas-tugas official Wapres akan tetap berkantor di Veteran, Istana di Merdeka Selatan digunakan untuk acara-acara besar," ujarnya.
Saat renovasi berlangsung, Boediono masih rutin menyambangi Istana Wapres utamanya pada Jumat untuk solat Jumat berjamaah di Masjid Istana Wapres.
Renovasi Istana Wakil Presiden di Jalan Medan Merdeka Selatan yang menghabiskan dana Rp6 miliar rampung pekan depan.
Sekertaris Sekertariat Wakil Presiden, Mohammad Oemar, mengatakan saat ini renovasi tengah mencapai tahap finalisasi.
"Renovasi akan selesai tanggal 27 Desember, sesuai dengan jadwal," kata Oemar, hari ini.
Menurutnya, dana Rp6 M itu kebanyakan digunakan untuk mencari bahan material yang sama sebelum renovasi.
Renovasi yang dimulai bulan Juli lalu ini disebut memerlukan kehati-hatian dan ketelitian.
"Istana Wakil Presiden termasuk bangunan cagar budaya, jadi kita harus mencari material yang sama seperti untuk langit-langit dan atap. Itu sudah peraturan dari Dirjen Sejarah dan Purbakala," tuturnya.
Renovasi mencakup perbaikan atap kantor Wapres, kelistrikan, elektronik, perbaikan beberapa pilar, dan langit-langit.
Oemar menceritakan perbaikan atap penting karena ada bagian dari atap Istana Wapres yang bocor.
"Pernah Pak Boed ketika sedang makan ada tetesan air hujan bocor," tuturnya.
Meski renovasi akan selesai, untuk tugas sehari-hari Boediono akan tetap berkantor di bekas Gedung Dewan Pertimbangan Agung di Jalan Veteran III, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
"Untuk tugas-tugas official Wapres akan tetap berkantor di Veteran, Istana di Merdeka Selatan digunakan untuk acara-acara besar," ujarnya.
Saat renovasi berlangsung, Boediono masih rutin menyambangi Istana Wapres utamanya pada Jumat untuk solat Jumat berjamaah di Masjid Istana Wapres.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




