Menlu: 2013, Prioritaskan Perlindungan WNI di Luar Negeri
Jumat, 4 Januari 2013 | 15:23 WIB
Meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, melalui pencegahan, deteksi dini, dan perlindungan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengungkapkan ada 9 pokok perhatian diplomasi Indonesia pada 2013. Salah satunya adalah meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, melalui pencegahan, deteksi dini, dan perlindungan. Marty juga mengatakan, diplomasi Indonesia mengedepankan untuk mendorong keamanan, kestabilan, kemakmuran kawasan, dan global.
"Tentunya, setiap permasalahan WNI di luar negeri menjadi prioritas," kata Marty dalam pernyataan pers tahunan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), di Jakarta, Jumat (4/1).
Marty mengklaim telah terjadi penurunan 50 persen kasus terkait dengan WNI di luar negeri dari 38.000 pada 2011 menjadi 19.000 pada 2012. Ditambahkannya Kemenlu juga tengah melakukan pemulangan WNI dari daerah konflik di Suriah yang saat ini berjumlah sekitar 5.000 orang. Kemenlu juga berhasil membebaskan 110 WNI dari hukuman mati.
Delapan hal lainnya yang termasuk pokok perhatian Kemenlu, adalah; memperpanjang kerjasama dengan mitra negara, seperti bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Kedua, diplomasi ekonomi melalui perluasan pasar non tradisional.
Ketiga, mengintensifkan perundingan dengan negara tetangga sesuai norma dan hukum internasional. Diungkapkan Marty pada 2012, Indonesia telah melakukan 32 perundingan perbatasan dengan 7 negara.
Keempat, meningkatkan perlindungan WNI di luar negeri. Kelima, pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Marty menambahkan, Indonesia bekerjasama dengan ASEAN mendorong penyelesaian melalui diplomasi damai, seperti pada sengketa Laut China Selatan.
"Politik luar negeri Indonesia di 2013, Indonesia akan meningkatkan momentum penyelesaian kode etik Laut China Selatan untuk meredam konflik," kata dia.
Keenam, konsolidasi demokrasi dan hak asasi manusia di tingkat kawasan dan global. Indonesia terus mendorong agar kedua isu tersebut menjadi fokus di ASEAN melalui Bali Demokrasi dan forum lainnya.
Ketujuh, memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan yang berkelanjutan.
Kedelapan, Indonesia turut berkontribusi untuk menjaga keamanan, perdamaian, dan stabilitas internasional.
Terakhir kesembilan, mendorong tatanan ekonomi dunia yang berkeadilan bagi semua negara untuk maju.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengungkapkan ada 9 pokok perhatian diplomasi Indonesia pada 2013. Salah satunya adalah meningkatkan perlindungan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri, melalui pencegahan, deteksi dini, dan perlindungan. Marty juga mengatakan, diplomasi Indonesia mengedepankan untuk mendorong keamanan, kestabilan, kemakmuran kawasan, dan global.
"Tentunya, setiap permasalahan WNI di luar negeri menjadi prioritas," kata Marty dalam pernyataan pers tahunan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), di Jakarta, Jumat (4/1).
Marty mengklaim telah terjadi penurunan 50 persen kasus terkait dengan WNI di luar negeri dari 38.000 pada 2011 menjadi 19.000 pada 2012. Ditambahkannya Kemenlu juga tengah melakukan pemulangan WNI dari daerah konflik di Suriah yang saat ini berjumlah sekitar 5.000 orang. Kemenlu juga berhasil membebaskan 110 WNI dari hukuman mati.
Delapan hal lainnya yang termasuk pokok perhatian Kemenlu, adalah; memperpanjang kerjasama dengan mitra negara, seperti bidang perdagangan, investasi dan pariwisata. Kedua, diplomasi ekonomi melalui perluasan pasar non tradisional.
Ketiga, mengintensifkan perundingan dengan negara tetangga sesuai norma dan hukum internasional. Diungkapkan Marty pada 2012, Indonesia telah melakukan 32 perundingan perbatasan dengan 7 negara.
Keempat, meningkatkan perlindungan WNI di luar negeri. Kelima, pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di kawasan. Marty menambahkan, Indonesia bekerjasama dengan ASEAN mendorong penyelesaian melalui diplomasi damai, seperti pada sengketa Laut China Selatan.
"Politik luar negeri Indonesia di 2013, Indonesia akan meningkatkan momentum penyelesaian kode etik Laut China Selatan untuk meredam konflik," kata dia.
Keenam, konsolidasi demokrasi dan hak asasi manusia di tingkat kawasan dan global. Indonesia terus mendorong agar kedua isu tersebut menjadi fokus di ASEAN melalui Bali Demokrasi dan forum lainnya.
Ketujuh, memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan yang berkelanjutan.
Kedelapan, Indonesia turut berkontribusi untuk menjaga keamanan, perdamaian, dan stabilitas internasional.
Terakhir kesembilan, mendorong tatanan ekonomi dunia yang berkeadilan bagi semua negara untuk maju.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Trump Sesumbar AS Mudah Buka Selat Hormuz dan Ambil Minyak Iran




