Tiga Perempuan Kurdi Dieksekusi di Paris
Kamis, 10 Januari 2013 | 22:28 WIB
Salah satunya adalah pendiri PKK, kelompok separatis yang berperang dengan tentara Turki.
Tiga perempuan etnis Kurdi, termasuk salah satu pendiri kelompok militan yang telah berperang dengan tentara Turki sejak 1984, ditemukan tewas di sebuah tempat di Paris dengan luka tembak di kepala mirip tindak eksekusi.
Penemuan jenazah di pusat area suku Kurdi di Paris itu menimbulkan gelombang kemarahan dari orang-orang Kurdi yang segera membanjiri lokasi, Kamis (10/1).
Sampai saat ini belum jelas siapa yang membunuh tiga perempuan anggota Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK, kelompok yang dicap sebagai organisasi teroris oleh Turki dan sekutunya negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi di tengah berlangsungnya perundingan damai antara Turki dengan PKK dengan harapan kelompok tersebut bersedia melucuti senjata.
Kantor Berita Anadolu di Turki menyebut salah satu korban sebagai Sakine Cansiz, salah satu pendiri PKK.
Konflik antara PKK dan tentara Turki telah memakan korban jiwa puluhan ribu orang sejak 1984, ketika para pemberontak mulai angkat senjata untuk memperjuangkan pemerintahan mandiri suku Kurdi di bagian tenggara Turki.
Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls, yang mendatangi tempat ditemukannya jenazah, mengatakan penyebab kematian “tak pelak lagi adalah eksekusi” dan menyebutnya sebagai tindakan yang sangat tidak bisa ditoleransi.
Radio RTL melaporkan semua wanita itu ditembak di kepala, namun Kepolisian Perancis belum mengkonfirmasi hal tersebut.
Etnis Kurdi meliputi lebih dari 20 persen populasi Turki yang mencapai 75 juta orang.
Tiga perempuan etnis Kurdi, termasuk salah satu pendiri kelompok militan yang telah berperang dengan tentara Turki sejak 1984, ditemukan tewas di sebuah tempat di Paris dengan luka tembak di kepala mirip tindak eksekusi.
Penemuan jenazah di pusat area suku Kurdi di Paris itu menimbulkan gelombang kemarahan dari orang-orang Kurdi yang segera membanjiri lokasi, Kamis (10/1).
Sampai saat ini belum jelas siapa yang membunuh tiga perempuan anggota Partai Pekerja Kurdistan, atau PKK, kelompok yang dicap sebagai organisasi teroris oleh Turki dan sekutunya negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi di tengah berlangsungnya perundingan damai antara Turki dengan PKK dengan harapan kelompok tersebut bersedia melucuti senjata.
Kantor Berita Anadolu di Turki menyebut salah satu korban sebagai Sakine Cansiz, salah satu pendiri PKK.
Konflik antara PKK dan tentara Turki telah memakan korban jiwa puluhan ribu orang sejak 1984, ketika para pemberontak mulai angkat senjata untuk memperjuangkan pemerintahan mandiri suku Kurdi di bagian tenggara Turki.
Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls, yang mendatangi tempat ditemukannya jenazah, mengatakan penyebab kematian “tak pelak lagi adalah eksekusi” dan menyebutnya sebagai tindakan yang sangat tidak bisa ditoleransi.
Radio RTL melaporkan semua wanita itu ditembak di kepala, namun Kepolisian Perancis belum mengkonfirmasi hal tersebut.
Etnis Kurdi meliputi lebih dari 20 persen populasi Turki yang mencapai 75 juta orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




