Mobil Listrik Buatan ITS Masih Perlu Penyempurnaan
Selasa, 29 Januari 2013 | 02:48 WIB
Diharapkan tiga tahun kedepan, mobil ini bisa digunakan masyarakat luas.
Surabaya - Setelah melewati serangkain percobaan, akhirnya mobil listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil "mengaspal".
Mobil yang diberi nama EC ITS sukses menempuh jarak hingga 100 km. Kecepatan yang dicapai antara 40 km/jam dari batas maksimal sekitar 80 km/jam.
Meski tergolong lancar, EC ITS masih punya kendala di baterai. Dikhawatirkan baterai bisa meledak jika ada over charge. Karenanya, Tim ITS siap melanjutkan riset demi mendapatkan batere dengan kualiatas prima.
“Kami bersama teman-teman dari Jurusan Kimia dan Kimia MIPA ITS akan meriset baterai dan juga motor yang akan dipasang di EC ITS. Sehingga kedepan mobil ini dapat digunakan untuk masyarakat,” ungkap Dosen Pembimbing Mobil Listrik EC ITS, Nur Yuniarto.
Yuniarto berharap dalam tiga tahun ke depan EC ITS sudah bisa digunakan masyarakat luas. Pihaknya optimis hal itu akan tercapai karena mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung penuh mobil listrik EC-ITS. Menurut Dahlan, pengembangan mobil listrik harus terus dilakukan ujicoba hingga menghasilkan produk yang benar-benar tangguh, hemat dan tidak membebani negara.
Surabaya - Setelah melewati serangkain percobaan, akhirnya mobil listrik buatan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil "mengaspal".
Mobil yang diberi nama EC ITS sukses menempuh jarak hingga 100 km. Kecepatan yang dicapai antara 40 km/jam dari batas maksimal sekitar 80 km/jam.
Meski tergolong lancar, EC ITS masih punya kendala di baterai. Dikhawatirkan baterai bisa meledak jika ada over charge. Karenanya, Tim ITS siap melanjutkan riset demi mendapatkan batere dengan kualiatas prima.
“Kami bersama teman-teman dari Jurusan Kimia dan Kimia MIPA ITS akan meriset baterai dan juga motor yang akan dipasang di EC ITS. Sehingga kedepan mobil ini dapat digunakan untuk masyarakat,” ungkap Dosen Pembimbing Mobil Listrik EC ITS, Nur Yuniarto.
Yuniarto berharap dalam tiga tahun ke depan EC ITS sudah bisa digunakan masyarakat luas. Pihaknya optimis hal itu akan tercapai karena mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah.
Menteri BUMN Dahlan Iskan mendukung penuh mobil listrik EC-ITS. Menurut Dahlan, pengembangan mobil listrik harus terus dilakukan ujicoba hingga menghasilkan produk yang benar-benar tangguh, hemat dan tidak membebani negara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




