Soal Luthfi Tersangka, Ini Tanggapan Eks Majelis Syuro PKS

Rabu, 30 Januari 2013 | 22:26 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho/WBP | Editor: B1
Ilustrasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Ilustrasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (AFP)
Jika terbukti penyuapan, dirinya yakin uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan PKS.

Jakarta -
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dinilai akan mencapai kehancuran apabila seseorang berinisial LHI yang diduga Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq terlibat dalam kasus suap impor daging sapi.

Hal itu disampaikan mantan anggota Majelis Syuro PKS, Yusuf Supendi, menanggapi dugaan LHI sebagai tersangka oleh KPK.

"Saya sebagai mantan petiggi PKS tak menyangka PKS bisa hancur lebur seperti ini, bisa punah di 2014," kata Yusuf saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (30/1).

Dia berharap semua pihak menunggu kepastian hasil penyelidikan KPK.

Hanya secara pribadi dia menilai hal yang manusiawi apabila Luthfi bisa tergoda dengan uang suap.

"Manusiawi orang seperti itu yakni suka uang, kekuasaan, orang lain jenis, dan gengsi. Kalau informasi yang bergulir sekarang Luthfi sebagai tersangka, ya kita percaya lah profesionalitas KPK. Mereka takkan sembarangan," tuturnya.

Ketika ditanya pendapatnya tentang substansi penyuapan yang dituduhkan terkait impor sapi, Yusuf Supendi juga mengaku tak heran.

Dia mengutip laporan Majalah Tempo di tahun 2011 dan 2012 mengenai dugaan permainan di sektor itu. "Makanya ada dikenal istilah bisnis impor sapi daging berjanggut jilid I dan jilid II," kata dia sambil tertawa.

Bagi Yusuf, jika terbukti penyuapan, dirinya yakin uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan PKS.

"Kalau benar Luthfi tersangka, duitnya bisa buat pribadi karena bininya tiga. Selain itu, dia presiden partai, kan harus menghidupkan partai juga. Itu logis," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon