Cetusan Ramadhan Pohan bisa timbulkan fitnah

Jumat, 3 Juni 2011 | 11:45 WIB
BS
B
Penulis: Bagus Supriyatno, Ezra Sihite | Editor: B1

"Kami memahami kalau mereka (Demokrat) panik, tapi kalau sudah menuding-nuding itu sudah tidak sehat."

Cetusan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, soal "politikus berinisial A" terus menuai tanggapan. Wakil Bendahara Golkar Bambang Soesatyo menilai Ramadhan telah menuding seseorang tanpa fakta dan bisa menimbulkan fitnah.

"Kalau dia (Ramadhan Pohan) punya fakta, kenapa tidak langsung tunjuk hidung saja dan laporkan ke pihak yang berwajib," kata Bambang hari ini melalui pesan tertulis kepada wartawan.

Menurutnya sikap Ramadhan seperti mencari kambing hitam atas "badai" yang  tengah menimpa partai yang berkuasa itu.

"Kami memahami kalau mereka (Demokrat) panik, tapi kalau sudah menuding-nuding itu sudah tidak sehat," lanjut Bambang. Masalah Partai Demokrat harus diselesaikan oleh internal partai tersebut dan tidak menarik-narik partai lain, yang cukup menjadi penonton saja, kata Bambang.

Pernyataan Ramadhan tersebut juga akan menimbulkan kecurigaan terhadap semua politikus yang berinisial A, tambahnya.

Dihubungi terpisah, Sekretraris Fraksi Demokrat Saan Mustofa mengaku tak tahu menahu soal politikus berinisial A tersebut.

"Saya enggak tahu yang namanya A itu siapa dan kami harap A ini tidak memunculkan persoalan lain dan jangan memunculkan tuduhan, tapi saya berharaplah soal Mr A ini ditindaklanjuti," kata Saan hari ini.

"Mudah-mudahan soal A ini tidak mengganggu karena kami juga tidak tahu A ini darimana. Tapi kalau soal Demokrat difitnah mungkinlah, misalnya SMS yang mengatasnamakan pak Nazaruddin yang isinya fitnah semua," kata Saan.

Ketika membuat pernyataan itu, Ramadhan hanya memberi sedikit petunjuk bahwa yang disebutnya itu adalah politisi yang lama malang melintang di perpolitikan nasional.

Saat dikejar apakah Ramadhan berani mengungkap nama sebenarnya jika diperiksa polisi, mantan wartawan Jawa Pos itu berkilah, "Bukan masalah berani enggak berani. Tapi apa relevansinya?" katanya.

Padahal berderet politikus yang namanya di mulai dari hurup A. Termasuk Ketua Umum Partai Demokrat sendiri, Anas Urbaningrum, dan orang nomor satu di Golkar, Aburizal Bakrie.

Berikutnya, Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar adalah Akbar Tandjung. Saat dimintai penjelasan, apakah politikus berinisial ‘A’ itu Akbar Tandjung, Ramadhan bungkam.

"AT (Akbar Tandjung-red), gimana caranya," kata dia.

Daftarnya bisa bertambah panjang dengan wakil ketua umum partai tersebut, Agung Laksono. Bahkan Agung saat ini tercatat sebagai menteri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di kabinet.

Jika hitungannya adalah politisi yang sudah lama melintang dan berasal dari partai besar, AP Batubara, sesepuh PDI-P juga bisa masuk hitungan. Tapi anggota Dewan Pertimbangan PDI-P itu juga menampiknya.

"Tak ada urusan gitu-gituan," katanya.

Polisi sebenarnya telah mulai mengusut siapa penyebar pesan pendak gelap yang mengatasnamakan Nazaruddin itu. Bahkan sudah ada politisi yang dimintai keterangan, yaitu Indra J Piliang, politisi Partai Golkar, yang menerima SMS gelap tersebut.

 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon