Analisa soal Pemberian Gelar Monash untuk Wapres Boediono
Rabu, 13 Februari 2013 | 17:02 WIB
"Saya pernah katakan pihak asing sesungguhnya tidak pernah tulus dalam memberikan penghargaan atau gelar apa pun kepada para elit di Indonesia".
Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo, menyatakan dirinya menduga ada motif tertentu dari pihak Australia dibalik rencana pemberian gelar dari Monash University untuk Wapres Boediono.
"Bisa saja motifnya ekonomi, hukum atau hal-hal yang terkait dengan aspek pertahanan dan keamanan kedua negara. Mungkin motivasi jangka panjang, sehingga kita belum bisa melihat wujudnya saat ini," kata Bambang di Jakarta, Rabu (12/2).
Namun berdasarkan analisa Bambang, lewat gelar dari Monash untuk Boediono itu, Australia ingin menunjukan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang bersedia memberi grasi kepada terpidana narkoba Schapelle Leigh Corby yang WN Australia itu.
"Saya pernah katakan pihak asing sesungguhnya tidak pernah tulus dalam memberikan penghargaan atau gelar apa pun kepada para elit di Indonesia. Saya juga mengimbau agar kita jangan lagi terbuai oleh puja puji asing kepada negara bangsa ini. Sebab, dibalik penghargaan dan pujian itu, selalu ada motif mereka mencari untung dari Indonesia," bebernya. Menurut Bambang, bagi mayoritas masyarakat di Indonesia, tindakan Monash menjadi aneh karena seorang ekonom seperti Boediono diberi gelar honoris causa di bidang hukum. Apalagi, rakyat Indonesia sudah melihat bagaimana Boediono pernah 'menyiasati' peraturan perundang-undangan untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang berujung pada kerugian negara.
Dia menyatakan adalah Boediono yang ikut berperan merancang dan menerbitkan kebijakan BLBI. Semasa menjabat gubernur BI, dia mengubah-ubah peraturan tentang persyaratan CAR yang kemudian membuahkan skandal Bank Century.
"Sri mulyani belum tuntas mempertanggungjawabkan dana talangan Century, tetapi langsung dipilih menjadi pejabat Bank dunia. Lalu, kini giliran Boediono. menurut saya, pihak asing itu brutal karena tidak bersimpati pada rasa keadilan rakyat Indonesia yang terus disakiti," tandasnya.
"Terakhir, SBY pun mendapatkan gelar dari kerajaan Inggris. Apa hasilnya? British Petroleum leluasa mengembangkan bisnisnya di ladang gas Tangguh di Papua," tegasnya.
Sebelumnya, Wapres Boediono dianugerahkan gelar doktor honoris causa dari Monash University Australia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




