Ahok Instruksikan PU Benahi Kali-kali di Jakarta
Rabu, 20 Februari 2013 | 11:59 WIB
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI untuk segera membenahi kali-kali di Jakarta yang terlihat kumuh.
Pembenahan kali ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi kali sebagai sarana penampung air hujan. Karena itu, pinggiran kali harus bersih dari bangunan-bangunan liar sehingga badan kali dapat dilebarkan ke lebar semula.
Kepala Dinas PU DKI Manggas Rudy Siahaan mengatakan pertemuannya dengan Wakil Gubernur DKI itu juga membahas masalah Waduk Pluit dan pengembangan waduk itu. Termasuk juga dibahas refungsionalisasi kali-kali yang ada di Jakarta. Dinas PU diminta untuk merefungsionalisasi kali di Jakarta seperti yang telah dilakukan di Kali Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara.
"Contohnya yang sedang dilaksanakan di Kali Pakin. Bagaimana Kali Pakin dilebarkan dengan membuat garis sepadan kali. Sehingga kiri-kanan badan kali dibangun jalan inspeksi yang bisa dilalui mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kebakaran dengan cepat. Refungsionalisasi dilakukan bukan hanya sebagai tindakan pemeliharaan sungai tetapi juga mengurangi kemacetan lalu lintas karena adanya jalan inspeksi," kata Rudy usai bertemu dengan Wakil Gubernur DKI di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (20/2).
Normalisasi Kali Pakin akan menjadi proyek percontohan bagi program refungsionalisasi kali-kali di Jakarta. Dinas PU akan mendorong seluruh suku dinas (Sudin) PU untuk melakukan refungsionalisasi seseuai dengan fase tata ruangnya. Untuk pengerjaannya, Rudy akan mengajak semua stakeholder untuk terlibat, termasuk pihak swasta.
"Kita akan dorong kawan-kawan sudin untuk pilih lokasi kali yang akan direfungsionalisasi di wilayahnya masing-masing. Mana yang akan dilakukan terlebih dahulu," ujarnya.
Sebanyak 40 bangunan liar semipermanen di sepanjang Kali Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar petugas untuk normalisasi sungai. Letaknya di sebelah kiri dan kanan sungai yang mengarah ke waduk. Mereka mendirikan bangunan tersebut di lahan milik pemerintah DKI sejak 14 tahun lalu. Masih ada sekitar empat bangunan lagi yang akan dibongkar secara bertahap.
Normalisasi kali wajib karena mengingat kondisinya yang sudah mengkhawatirkan. Lumpur dan keberadaan puluhan bangunan liar di sekitar bantaran kali sudah sangat mengganggu. Karena hanya berdiri berjarak 2 meter dari bibir kali, makanya dibongkar.
Normalisasi ini berlangsung sejak 21 Januari sampai 21 April 2013. Hingga kini, dari target normalisasi 400 meter dengan kedalaman 1,5 meter, baru sepanjang 200 meter kali sudah dinormalisasi. Anggaran normalisasi ini tidak masuk dalam APBD, tapi dari kocek gubernur dan wakil gubernur.
Kali Pakin merupakan saluran penghubung ke tiga aliran. Ketiganya mengalir ke laut yang disedot melalui 11 pompa di waduk Pluit. Aliran pertama, yaitu aliran pertama dari Pasar Ikan, Beos, Lintoves, Gajah Mada, Hayam Wuruk, Istiqlal, Ciliwung. Aliran kedua, Pasar Ikan, Hotel Omni Batavia, Kali Krukut, Kali Cideng, dan Bundaran HI-Thamrin. Aliran Ketiga, Pasar Ikan, Jln. Kopi, Jembatan Lima Asemka, dan Tubagus Angke.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




