ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kementerian PPN Tekankan Pentingnya Kebijakan Menghadapi Bonus Demografi

Selasa, 16 Mei 2023 | 16:08 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WDP
Ilustrasi generasi milenial.
Ilustrasi generasi milenial. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perencanan Pembangunan Nasional(PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan guna mengantisipasi dampak dari bonus demografi pemerintah terus menjalankan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Khususnya bagi generasi muda dalam hal ini generasi milenial dan generasi Z.

"Kebijakan tersebut perlu memastikan bahwa pasangan muda siap dalam membangun keluarga. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pasangan muda mempersiapkan diri secara sosial dan ekonomi dalam menghasilkan anak yang berkualitas," ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Musrenbangnas RKP 2024 dan Peluncuran Proyeksi Penduduk 2020-2050 pada Selasa (16/5/2023).

Generasi milenial merupakan penduduk yang lahir pada tahun 1980-1995. Sementara itu, generasi Z lahir pada tahun 1996-2015. Lebih lanjut pemerintah akan mengembangkan care economy untuk keseimbanagn kerja perempuan dan laki-laki dengan tetap menerapkan sistem pengasuhan anak yang baik.

ADVERTISEMENT

"Pemerintah perlu memperkuat strategi komunikasi, informasi dan edukasi keluarga berencana sesuai kondisi wilayah dan kelompok sasaran," tutur Suharso.

Suharso mengatakan dalam proyeksi Penduduk 2020-2050 disebutkan bahwa gen milenial dan gen-z yang ke depan akan menjadi lansia (di atas 65 tahun) dan pra-lansia (50-60 tahun). Oleh karena itu harus mempersiapkan sejumlah hal khususnya yang terkait kesejahteraan. Pertama adalah mempersiapkan masa pensiun dengan terus mengumpulkan bekal secara ekonomi dalam bentuk jaminan pensiun. Sedangkan persiapan dari sisi kesehatan dilakukan dengan menjaga gaya hidup yang sehat.

"Untuk milenial yang sekarang menjadi PNS tentunya harus terus memperbaiki pola kebijakan dan perbaikan pelayanan yang bisa mengikuti perkembangan zaman terutama dengan digitalisasi," tutur Suharso.

Kedua yaitu generasi milenial dan generasi Z diharapkan dapat menjaga kesinambungan pertumbuhan penduduk dengan menghasilkan anak yang seimbang dan berkualitas. Dia mengatakan saat ini penduduk generasi milenial dan generasi Z harus menghormati lansia karena nanti milenial akan menjadi lansia.

"Oleh karena itu harus membangun kebijakan yang mendukung penghidupan lansia yang sejahtera ke depan," kata dia.

Strategi selanjutnya yang harus diterapkan adalah mendorong pemerataan persebaran penduduk. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi kepadatan penduduk di satu tempat yang berdampak negatif pada kualitas hidup dan lingkungan pada tempat tersebut.

"Insentif yang dapat disediakan oleh pemerintah seperti pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, penyediaan kesempatan kerja dan permodalan, penyediaan fasilitas sosial dan ekonomi yang berkualitas," kata Suharso. (ark)



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menteri PPN: Muhammadiyah Paling Siap Mengawal Perubahan

Menteri PPN: Muhammadiyah Paling Siap Mengawal Perubahan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon