Dari Jawa Barat hingga Timur, Warga Alami Kerugian Jutaan Rupiah Akibat Kemarau
Senin, 4 September 2023 | 14:17 WIB
Nganjuk/Bogor, Beritasatu.com - Warga dari Jawa Barat hingga Jawa Timur harus mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk mengatasi kekeringan, dampak musim kemarau akibat fenomena El Nino yang sudah terjadi sejak 3 bulan lalu.
Musim kemarau yang berkepanjangan di Desa Sanggarahan dan Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, telah menyebabkan kekeringan dan kerusakan pada tanaman cabai. Berhektare-hektare lahan persawahan yang ditanami cabai mengalami kekeringan lalu layu karena tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.
Petani setempat, seperti Imam Ghozali, mengalami kerugian besar akibat kondisi ini. Tanaman cabe miliknya, yang seharusnya sudah bisa dipanen setelah berumur 3 bulan, mengering dan mati karena kekurangan air. Imam Ghozali melaporkan kerugian sekitar Rp 15 juta untuk tanaman cabai di lahan seluas seperempat hektare. Kondisi serupa juga dialami oleh petani lain di daerah tersebut.
Biasanya, areal persawahan di Desa Sanggarahan dan Desa Balonggebang mengandalkan air dari aliran sungai waduk Kalibening untuk irigasi sawah. Namun, sejak bulan Juli, Waduk Kalibening mengalami kekeringan, menyebabkan pasokan air menjadi terhenti.
Petani di wilayah tersebut saat ini hanya bisa pasrah dan berharap bahwa pemerintah akan memberikan solusi untuk menyediakan pasokan air yang cukup untuk irigasi sawah selama musim kemarau yang berkepanjangan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




