ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pedagang Nasi Goreng Pantai Losari Keluhkan Kenaikan Harga Beras

Rabu, 28 Februari 2024 | 06:51 WIB
I
BW
Penulis: Irfandi | Editor: BW
Pedagang nasi goreng di Pantai Losari, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengeluhkan  kenaikan harga beras, Selasa 27 Februari 2024.
Pedagang nasi goreng di Pantai Losari, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengeluhkan kenaikan harga beras, Selasa 27 Februari 2024. (Beritasatu.com/Irfandi)

Makassar, Beritasatu.com - Sejumlah pedagang nasi goreng di sekitar alun-alun sekitar kawasan Pantai Losari, Jalan Somba Opu, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengeluhkan  kenaikan harga beras disertai bahan pangan lainnya. Kenaikan itu berimbas anjloknya omzet.

Meski harus merogoh kocek lebih agar usaha tetap bertahan di tengah kondisi kesulitan, pedagang tidak serta merta menaikkan harga dagangan. Mereka khawatir pelanggan tidak puas.

Sejumlah bahan pokok di pasaran mengalami kenaikan seusai Pemilu 2024 bahkan menjelang Ramadan. Kenaikan sejumlah bahan pangan membuat mereka harus memutar otak agar tetap bertahan dalam kondisi kesulitan.

ADVERTISEMENT

"Kenaikan harga bahan pokok yah pasti berimbaslah, karena harus gaji karyawan. Kebutuhan operasional juga meningkat," ujar Iwan, salah seorang pedagang.

Keluhan pedagang nasi goreng ini dilatarbelakangi harga bahan pokok setiap harinya yang mengalami lonjakan.

Lonjakan harga bahan baku utama untuk jualan seperti beras paling sangat dirasakan pedagang. Tidak hanya beras, bahan pangan lainnya juga turut melonjak naik seperti minyak, telur, dan daging ayam kian memperparah kondisi.

"Saat ini yang naik adalah beras, telur, minyak sama ayam juga lagi naik sekarang. Kalau macam beras biasanya kita ambil per karung itu Rp 320.000, sekarang Rp 350.000, jenis beras mandi. Telur dari Rp 48.000 menjadi Rp 53.000 per rak," urainya.

Di tengah kesulitannya, pedagang nasi goreng ini harus memutar otak agar mampu bertahan atau tidak sampai gulung tikar. Pedagang rela merogoh kocek lebih untuk menyediakan pasokan bahan pokok agar usahanya dapat terus berlangsung.

"Mau tidak mau kita seperti kemarin-kemarin, jangan sampai porsi kurang, karena tidak enak sama pelanggan. Mau tidak mau dijalankan seperti biasa," tuturnya.

Pedagang berharap pemerintah terlibat langsung menstabilkan harga bahan pangan di pasaran yang tiap harinya melambung tak karuan. Kebutuhan bahan pokok diprediksi bakal meningkat di bulan Ramadan.

"Harga naik mulai awal Januari, naik sampai sekarang. Lonjakan kenaikan paling terasa sebelum dan setelah pemilu," timpal pedagang lainnya, Aco.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wamentan Pastikan Stok Beras Melimpah, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

Wamentan Pastikan Stok Beras Melimpah, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

JAWA BARAT
Amran: Impor Pangan Indonesia hanya 5 Persen dari 11 Komoditas

Amran: Impor Pangan Indonesia hanya 5 Persen dari 11 Komoditas

EKONOMI
Stok Beras Tembus 5 Juta Ton Bukti Kerja Keras Pemerintahan Prabowo

Stok Beras Tembus 5 Juta Ton Bukti Kerja Keras Pemerintahan Prabowo

EKONOMI
Amran Pastikan Harga Beras Tak Naik meski Plastik Mahal

Amran Pastikan Harga Beras Tak Naik meski Plastik Mahal

EKONOMI
Mentan: Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Mentan: Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

EKONOMI
Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027

Pemerintah Pastikan Stok Beras Aman hingga 2027

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon