ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Waisak, Umat Buddha Gelar Larung Pelita Purnama Sidi di Sungai Progo

Rabu, 22 Mei 2024 | 07:13 WIB
PS
BW
Penulis: Priyo Budi Santoso | Editor: BW
Menjelang perayaan Waisak, Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI) menggelar ritual Larung Pelita Purnama Sidi di bantaran Sungai Progo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa 22 Mei 2024 malam.
Menjelang perayaan Waisak, Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI) menggelar ritual Larung Pelita Purnama Sidi di bantaran Sungai Progo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa 22 Mei 2024 malam. (Beritasatu.com/Priyo Budi Santoso)

Magelang, Beritasatu.com – Menjelang perayaan Waisak, Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI) menggelar ritual Larung Pelita Purnama Sidi di bantaran Sungai Progo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (22/5/2024) malam.

Selain rangkaian menjelang perayaan hari Tri Suci Waisak, kegiatan ini bertujuan untuk menyucikan diri agar mendapatkan penerangan batin dan kesejahteraan serta perdamaian dunia.

Dengan membawa tiga gunungan besar yang terbuat dari daun kelapa muda dan berisikan lilin, umat Buddha dari sejumlah negara melakukan kirab dimulai dari Candi Pawon menuju Sungai Progo.

Selain mengarak tiga gunungan, umat Buddha juga membawa belahan tempurung kelapa yang berisikan lilin serta terdapat tulisan yang berisikan harapan.

ADVERTISEMENT

Ketua MUNI Lama Rama Santoso mengatakan, pelita dalam ajaran Buddha merupakan simbol penerangan. Larung pelita ini dipersembahkan dan didedikasikan untuk kebahagiaan semua makhluk di dunia. Dalam larung pelita kali ini terdapat 1.000 pelita yang dialirkan di atas air Sungai Progo.

"Seperti tradisi kita di Asia Tenggara, baik Malaysia, Singapura maupun Indonesia, setiap pasang pelita kita memohon pengharapan dengan ditulis dan ditempel di pelita. Tujuannya agar doa-doa dan harapan itu akan berjalan terus seperti aliran sungai ini," kata Lama saat ditemui seusai ritual Larung Pelita Purnama Sidi.

Sebelum dilepas atau dilarung, umat Buddha membaca patita suci di pinggir sungai. Mereka berdoa agar semua harapan dan keinginan dapat terkabul.

Satu per satu para umat Buddha melepaskan pelita yang sudah ditempel sebuah keinginan dan harapan ke aliran Sungai Progo.

Sementara itu, salah seorang peserta Larung Pelita Purnama Sidi Ravinder mengaku sangat senang. Ia baru pertama kali mengikuti kegiatan ini. Dalam kesempatan ini, ia menulis sebuah harapan pribadi dan bangsa Indonesia.

"Saya tulis tadi harapan-harapan terhadap pribadi dan juga harapan-harapan terhadap bangsa kita ke depan. Semoga terus damai, terus rukun dan juga terus menjunjung tinggi Pancasila," katanya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perayaan Waisak, Ribuan Umat Buddha Ikuti Tradisi Pindapata di Jakarta

Perayaan Waisak, Ribuan Umat Buddha Ikuti Tradisi Pindapata di Jakarta

NASIONAL
Ribuan Umat Buddha Hadiri Puja Waisak Thudong 2025 di PIK

Ribuan Umat Buddha Hadiri Puja Waisak Thudong 2025 di PIK

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon