ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNN Resmikan Markas BNNP dan Pusat Rehabilitasi Narkoba di Sulteng

Selasa, 22 Juli 2025 | 13:59 WIB
RN
S
Penulis: Rahmad Nur | Editor: JTO
Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom pastikan pengguna narkoba tidak dihukum.
Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom pastikan pengguna narkoba tidak dihukum. (Beritasatu.com/Sopian Hadi)

Palu, Beritasatu.com – Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) meresmikan markas BNN Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah di Palu dan Pusat Rehabilitasi Narkoba di Morowali untuk memperkuat perang melawan narkoba di kawasan timur Indonesia.

Kepala BNN RI Komjen Pol Marthinus Hukom mengatakan dua fasilitas ini diharapkan memperkuat strategi pemberantasan sekaligus rehabilitasi penyalahgunaan narkotika di kawasan yang dinilai rawan peredaran gelap.

“Kita tidak bisa hanya bicara, kita harus membangun basis nyata. Kantor BNNP adalah markas komando pemberantasan, dan pusat rehabilitasi di Morowali menjadi tempat harapan bagi para korban penyalahgunaan narkoba,” ujar Marthinus dalam sambutannya, Selasa (22/7/2025).

ADVERTISEMENT

Komjen Marthinus menegaskan bahwa layanan rehabilitasi di Morowali diberikan secara gratis bagi pengguna yang melapor secara sukarela. “Rehabilitasi adalah hak, bukan hukuman. Negara hadir untuk menyelamatkan, bukan sekadar menghukum,” tegasnya.

Komjen Marthinus juga menyoroti jalur laut yang kini menjadi jalur strategis peredaran narkoba dari Laut Cina Selatan ke Kalimantan Utara, kemudian ke Sulawesi. “Kami tidak akan biarkan Sulteng jadi lintasan gelap. Kita potong mata rantainya di sini,” tegasnya.

Martinus menjelaskan, perang melawan narkoba tidak hanya dilakukan lewat penangkapan, tetapi juga pendekatan komprehensif berupa edukasi, pemberantasan, dan rehabilitasi. “Markas sudah berdiri, pasukan sudah siap. Perang melawan narkoba kita mulai dari sini, dari hati, dari Sulawesi Tengah,” tutup Komjen Marthinus.

Peresmian ini turut dihadiri Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Agus Nugroho, Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Deni Gunawan, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, serta jajaran Forkopimda.

Sementara itu Kapolda Sulteng Irjen Pol Agus Nugroho mengungkapkan bahwa sepanjang semester pertama 2025, aparat telah mengungkap 46 kilogram narkoba, jumlah yang meningkat dibanding periode sebelumnya. “Dengan berdirinya kantor BNNP dan pusat rehab ini, kita punya kekuatan baru—baik untuk pemberantasan maupun pemulihan,” ujarnya.

Kemudian, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak masyarakat menjauhi narkoba dengan menekankan pentingnya pola hidup sehat. “Narkoba itu jalan pintas yang mahal. Awalnya segar, ujungnya rusak. Rehabilitasi adalah pintu kembali ke hidup yang benar,” katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Diwarnai Tembakan, Penyelundupan 150 Kg Ganja Berhasil Digagalkan

Diwarnai Tembakan, Penyelundupan 150 Kg Ganja Berhasil Digagalkan

NUSANTARA
Dokter Ingatkan Vape Tetap Berisiko seperti Rokok Konvensional

Dokter Ingatkan Vape Tetap Berisiko seperti Rokok Konvensional

LIFESTYLE
DPR Buka Opsi Larangan Vape lewat RUU Narkotika

DPR Buka Opsi Larangan Vape lewat RUU Narkotika

NASIONAL
BNN Temukan Sabu dan Obat Bius dalam Vape dari Uji 341 Sampel

BNN Temukan Sabu dan Obat Bius dalam Vape dari Uji 341 Sampel

NASIONAL
Wacanakan Larangan Vape, BNN Temukan Kandungan Sabu dan Obat Bius

Wacanakan Larangan Vape, BNN Temukan Kandungan Sabu dan Obat Bius

NASIONAL
Selamatkan 147.000 Jiwa, BNN Musnahkan 34,21 Kg Narkotika

Selamatkan 147.000 Jiwa, BNN Musnahkan 34,21 Kg Narkotika

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon