ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Satgas: Kenaikan Kasus Covid-19 di 6 Provinsi Pulau Jawa Tidak Dapat Ditoleransi

Selasa, 22 Juni 2021 | 22:18 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Petugas pemakaman memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Minggu, 20 Juni 2021.
Petugas pemakaman memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Rorotan, Jakarta Utara, Minggu, 20 Juni 2021. (Beritasatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan perkembangan pandemi Covid-19 yang terjadi dalam 4 minggu terakhir menunjukkan 6 provinsi di Pulau Jawa sebagai penyumbang tertinggi kenaikan kasus di Indonesia.

"Perkembangan tersebut menjadikan Indonesia secara nasional mengalami peningkatan kasus mingguan sebesar 92% sejak 4 minggu terakhir. Ini adalah kenaikan yang sangat tajam, dan tidak dapat ditoleransi," kata Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito dalam siaran persnya, Selasa (22/6/2021).

Berdasarkan data per tanggal 20 Juni 2021, ke-6 provinsi di Pulau Jawa yang menyumbang kenaikan kasus tertinggi adalah:

DKI Jakarta meningkat 387% dengan total kenaikan 20.634 kasus

ADVERTISEMENT

Jawa Barat meningkat sebesar 115% dengan total kenaikan 8.382 kasus

Jawa Tengah meningkat sebesar 105% dengan total kenaikan 5.896 kasus

Jawa Timur meningkat 174% dengan total kenaikan 2.852 kasus

DI Yogyakarta meningkat sebesar 197% dengan total 2.583 kasus

Banten meningkat sebesar 189%, dengan total 967 kasus.

Wiku menegaskan kenaikan tajam kasus Covid-19 juga diikuti dengan meningkatnya bed occupancy ratio (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan Covid-19.

"Bahkan, BOR di 5 dari 6 Provinsi ini mencapai lebih dari 80% per 21 Juni 2021. Hanya Provinsi Jawa Timur yang BOR-nya di bawah 80%, yaitu 66,67%," kata Wiku.

Menurut Wiku, sesuai arahan presiden, pimpinan daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota khususnya di Pulau Jawa harus terbiasa mengamati situasi terkini dengan membaca data baik sehingga dapat segera dilakukan langkah antisipatif.

Wiku yang saat ini masih dalam perawatan karena terkonfirmasi Covid-19, meminta pimpinan daerah untuk menjadikan data sebagai basis pengambilan kebijakan penanganan Covid-19 sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat tepat sasaran dan mampu mengendalikan lonjakan kasus.

"Pemerintah daerah diminta mengoptimalkan PPKM kabupaten/kota maupun PPKM Mikro sekarang juga," ujarnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon