ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNPB Sebut Hutan di DAS Deli Kota Medan Tinggal 5,6 Persen

Senin, 22 Agustus 2022 | 22:11 WIB
JM
JM
Penulis: Jeis Montesori | Editor: JEM
Kawasan Kecamatan Medan Selayang di Kota Medan, Sumatera Utara terendam banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak Kamis, 18 Agustus 2022 dini hari hingga pagi.
Kawasan Kecamatan Medan Selayang di Kota Medan, Sumatera Utara terendam banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut sejak Kamis, 18 Agustus 2022 dini hari hingga pagi. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hutan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli, Kota Medan, Sumatera Utara tinggal 5,6%, menurut kajian yang dilakukan Japan International Cooperation Agency (JICA).

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing daring di Jakarta, Senin (22/8/2022), mengatakan banjir yang terjadi di Kota Medan, hampir terjadi di satu kawasan DAS.

"Ini menjadi perhatian kita juga karena dari kajian JICA tahun 2015. Jadi ada standar dalam satu DAS itu 30% harus hutan, supaya serapan airnya optimal, khusus untuk DAS Deli ini dari hasil kajian teman-teman JICA tahun 2015 itu tinggal 5,6%," ujar Abdul.

Baca Juga: BNPB Catat 26 Kejadian Bencana di Indonesia Selama Sepekan

ADVERTISEMENT

Abdul mengatakan dengan 5,6% hutan di DAS Deli, tentu saja serapan air tidak optimal. Jikalau serapan air tidak optimal, saat intensitas hujan tinggi, tidak akan bisa mengkonsolidasikan atau menyerap air di hulu, kemudian menjadi surface runoff yang akan menyebabkan banjir baik itu di tengah DAS maupun di hilirnya yaitu Kota Medan.

"Kalau kita berbicara jangka menengah dan jangka panjang tentu saja yang saat ini cakupan hutannya 5,6%, kita harus kejar lagi ke 30%, karena inilah standarnya satu DAS itu bisa berfungsi optimal dan tidak membahayakan masyarakat di sepanjang aliran sungai," ujar Abdul.

Dia mengatakan untuk jangka pendeknya, daerah-daerah saluran air yang mungkin meluap dapat dipasang tanggul sementara.

"Jika kita bicara urban area, Medan merupakan kota metropolitan sebagaimana halnya Jakarta, kita pastikan saluran air primer, sekunder, tersier itu bebas dari sampah," ujar Abdul.

Baca Juga: Banjir Medan Akibat Drainase, Pembebasan Lahan, dan Perizinan

Sebelumnya, hujan deras menyebabkan banjir di beberapa bagian wilayah Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis (18/8/2022) dini hari hingga pagi.

Banjir menimbulkan genangan setinggi 40 hingga 50 cm di permukiman warga dan jalur lalu lintas kendaraan di wilayah Kecamatan Medan Selayang.

Selain melanda bagian wilayah Kecamatan Medan Selayang, banjir juga meliputi bagian wilayah Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Sunggal, Kecamatan Medan Johor, dan Kecamatan Medan Baru.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026

5 Daerah di Sumsel Siaga Karhutla Hadapi Kemarau 2026

SUMATERA SELATAN
3 Korban Tewas Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

3 Korban Tewas Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Ditutup

NUSANTARA
BNPB Minta Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Rampung dalam 5 Hari

BNPB Minta Huntara Korban Banjir Aceh Tamiang Rampung dalam 5 Hari

NASIONAL
Pembangunan 28.972 Huntap Korban Banjir Aceh, Sumut-Sumbar Dipercepat

Pembangunan 28.972 Huntap Korban Banjir Aceh, Sumut-Sumbar Dipercepat

NASIONAL
Banjir Solo-Bandung Dipicu Bibit Siklon 92S, BNPB Minta Warga Waspada

Banjir Solo-Bandung Dipicu Bibit Siklon 92S, BNPB Minta Warga Waspada

NASIONAL
BNPB: Gempa M 7,6 di Bitung Picu Tsunami Kecil di Pesisir

BNPB: Gempa M 7,6 di Bitung Picu Tsunami Kecil di Pesisir

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon