Orkestra G-20 Borobudur, Kemendikbudristek Suarakan Indahnya Harmonisasi
Selasa, 13 September 2022 | 19:36 WIB
Magelang, Beritasatu.com - Sebagai salah satu sajian seni budaya presidensi G-20 bidang kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menampilkan pagelaran musik Orkestra G-20 (G-20 Orchestra) yang dipimpin oleh konduktor Eunice Tong dengan pengawasan dari pianis terkemuka Indonesia, Ananda Sukarlan.
Melalui keberagaman musisi yang terlibat, Orkestra G-20 mempromosikan nilai-nilai mulia tentang harmoni dan keselarasan yang dapat diciptakan melalui kolaborasi negara G-20 dalam sektor budaya, serta menggambarkan keragaman budaya dunia. Sebagai pagelaran orkestra pertama dan menjadi salah satu inisiatif Indonesia dalam presidensi ini, Orkestra G-20 ini berhasil memanjakan indera para penikmatnya.
Dengan mengusung tema presidensi G-20 bidang Kebudayaan, yakni Jalur Budaya untuk Kehidupan Berkelanjutan(Culture Path for Sustainable Living) pagelaran Orkestra G-20 ini berlangsung di area Aksobya di halaman Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, penampilan orkestra ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi dalam budaya adalah sesuatu yang sangat dapat dicapai oleh negara-negara anggota G-20.
Baca Juga: Orkestra G-20 Ciptakan Kolaborasi dan Kesetaraan Gender
"Orkestra G-20 terdiri atas 70 orang musisi dari negara G-20, berhasil mengilustrasikan harmonisasi dalam kerja sama antarnegara dalam menghasilkan sebuah simfoni yang merdu, yang mengartikan kolaborasi budaya adalah sesuatu hal yang tidak mustahil dilakukan," ujar Nadiem dalam keterangan pers tertulis, Selasa (13/9/2022).
Digawangi para musisi dengan berbagai latar belakang budaya, menjadikan keberadaan Orkestra G-20 makin istimewa. "Nilai-nilai yang disuarakan melalui G-20 Orchestra antara lain, bhinneka tunggal ika (unity in diversity), kesetaraan gender (gender diversity), gerakan antikekerasan, dukungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, dan persatuan negara-negara G-20 dengan semangat Recover Together, Recover Stronger," ujar Nadiem.
Nadiem menuturkan, Orkestra G-20 ini memiliki sejumlah keunikan yang dihadirkan untuk para delegasi, salah satunya adalah kesetaraan gender, di mana komposisi penampil acara merata antara musisi perempuan dan musisi laki-laki. Selain itu, pertunjukan ini turut memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk tampil dalam Orkestra G-20.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




