Mudik Naik Motor, Jangan Gadaikan Keamanan dan Keselamatan
Jumat, 19 Juli 2013 | 21:49 WIB
Jakarta - Musim mudik adalah waktu yang sibuk bagi banyak pihak. Para pemangku kepentingan berbenah dan seolah bersatu demi menjamin kenyamanan dan keselamatan di jalan.
Catatan pemerintah memperlihatkan, pada 2012 korban meninggal akibat kecelakaan di jalan rata-rata mencapai 50-an jiwa tiap harinya. Dari jumlah itu, 70%-nya adalah pengendara sepeda motor. Beberapa faktor penyebabnya adalah kondisi letih, dehidrasi, dan mengangkut beban berlebih.
"Karena itu, Road Safety Association (RSA) menyerukan agar kewaspadaan dan konsentrasi saat berkendara jangan pernah terganggu. Jangan menggadaikan keselamatan saat berkendara," ujar Edo Rusyanto, Ketua Umum RSA Indonesia, di sela aksi damai RSA di Jakarta, Jumat (19/7) sore.
"Sebenarnya pada musim mudik jumlah kecelakaan malah menurun. Yang meninggal 50-an, sedangkan di luar musim mudik justru lebih dari itu. Ada 80-an nyawa melayang per harinya karena kecelakaan di jalan. Itu karena di luar musim mudik para pemangku kepentingan tidak bersatu. Pada jalan sendiri-sendiri karena tingkat ego strukturalnya tinggi," kritik Lucky Subiakto, Sekretaris Jenderal (Sekjen) RSA kepada Beritasatu.com, Jumat (19/7) malam.
Dalam aksi damai bertajuk 'Mudik = Pulang Kampung, Bukan Masuk Rumah Sakit' itu RSA menurunkan puluhan relawan.
Mereka mengedukasi pengguna jalan agar punya manajemen perjalanan mudik yang aman dan selamat dengan cara membagikan flyer dan membentangkan spanduk.
Aksi ini adalah yang keempat kali setelah dilakukan pertama kalinya pada tahun 2010. Lucky membagikan tips mudik aman untuk mereka yang mudik memakai sepeda motor.
"Hafalkan jalan juga handicap-nya. Lakukan juga SEE (Search, Evaluate, Execute). Maksudnya perhatikan betul kondisi jalan dan sekitar. Jangan ada lengah sedikitpun," papar Lucky.
"Misalnya jangan mendengarkan musik atau radio memakai earphone saat naik motor. Belum ada penelitian lebih lanjut, tapi saya pernah survei kecil-kecilan. Kalau pakai earphone itu bisa sama sekali tidak waspada, tidak dengar bunyi klakson salah satunya. Tapi yang paling baik adalah naiklah angkutan umum, jangan naik motor." himbau Lucky.
Lebih lanjut menurut Lucky sebenarnya pemerintah bisa dan mampu membenahi transportasi umum, sayangnya hal tersebut tak juga terwujud hingga tahun 2013 ini.
"Saya yakin pemerintah serius dan mampu benahi transportasi umum, tapi masalahnya mau ga? Yang kita minta itu transportasi aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau baik aksesnya maupun secara finansial," tegas Lucky.
Liat Juga Video Mudik Gratis
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




