Setelah LED, Lampu Laser Bakal Terangi Mobil

Minggu, 5 Januari 2014 | 13:56 WIB
HA
B
Penulis: Heru Andriyanto | Editor: B1
Lampu laser pada mobil konsep Audi Sport Quattro.
Lampu laser pada mobil konsep Audi Sport Quattro. (Autonews)

Meskipun teknologi lampu LED masih relatif baru dan belum dipakai meluas, sekarang sudah ada calon penggantinya yaitu lampu laser.

Produsen mobil mewah Jerman, Audi, berencana memakai lampu depan laser untuk mobil konsep Sport Quattro pekan ini di pameran produk elektronik International CES di Las Vegas.

Menurut klaim Audi, lampu depan laser bisa mencapai jarak tembak hingga 500 meter jauhnya, sekitar dua kali lipat jangkauan lampu light-emitting diode atau LED. Laser juga lebih hemat energi, namun mahal.

Mobil Sport Quattro semakin menunjukkan minat Audi atas penggunaan lampu laser. Di ajang Frankfurt Auto Show 2011, Audi memperkenalkan mobil konsep A2 dengan lampu kabut belakang yang memakai dioda laser.

Audi belum mengungkapkan rencana produksi lampu laser ini, namun menegaskan mobil balap R18 e-tron Quattro model 2014 akan memakainya.

Sementara itu, rivalnya BMW AG juga berencana menerapkan lampu laser akhir tahun ini untuk menerangi model mobil coupe i8 yang berteknologi plug-in hybrid.

Dioda laser sudah sebagian diterapkan BMW di model i8 dan i3. Lampu laser lebih kecil namun lebih terang dan hemat energi dibandingkan LED, yang juga jauh lebih terang dan hemat dari lampu halogen atau xenon yang sekarang pun masih dianggap canggih.

Menurut BMW, lampu laser i8 menggunakan setengah energi dari yang dipakai lampu LED.

BMW tidak menyebutkan nama pemasok lampunya, namun Osram Opto Semiconductors Inc., yang sekarang menjadi produsen utama LED, telah melakukan investasi besar di lampu laser.

Sevugan Nagappan, manajer marketing Osram untuk produk infra merah dan laser, menolak menjawab pertanyaan kalau pihaknya menjadi pemasok BMW.

Namun Nagappan membenarkan teknologi laser lebih dari sekedar hiasan teknologi yang eksotis.

"Jelas ada minat untuk memakai dioda laser di luar BMW," kata Nagappan. "Orang-orang mencarinya dan ingin tahu masuk akal atau tidak."

Pada BMW i8, tiga dioda kecil bisa menghasilkan sorot laser warna biru ketika dialiri listrik. Sorot biru ini dipantulkan oleh cermin kecil ke lensa. Di dalam lensa terdapat fosfor warna kuning yang akan memancarkan sinar putih terang ketika diaktifkan oleh laser. Sinar ini yang dikumpulkan dan dipancarkan ke jalan di depan oleh reflektor lampu. Jadi, sinar yang terlihat di luar adalah yang warna putih ini, bukan sorot laser langsung.

Menurut BMW, satu dioda laser bisa menghasilkan cahaya sebesar 170 lumen per watt, sementara LED hanya bisa menghasilkan 100 lumen. Lumen adalah satuan ukuran terang-redup lampu yang terlihat mata.

Namun laser sifatnya peka terhadap panas dan harganya mahal. Para insinyur menciptakan saluran pembuangan panas yang dihasilkan dioda laser, kata Nagappan. Harganya akan turun jika volume produksi meningkat. Dan itu bisa terjadi karena produsen sekarang mulai menggunakan dioda laser untuk overhead projector di ruang rapat.

"Produk ini memiliki pasar besar. Kami memprediksi penjualan proyektor akan melonjak sebentar lagi," kata Nagappan.

Osram, yang memasok LED untuk BMW dan Audi, menganggap belum waktunya untuk memilih prioritas antara LED dan laser.

"Teknologi laser belum sematang LED, yang sudah dikembangkan selama puluhan tahun," kata Nagappan. "Saya tidak berpikir perang antara laser dan LED sudah dimulai."

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon