Gaikindo Optimis Penjualan Mobil Tahun Ini Tembus 1 Juta Unit
Kamis, 6 September 2012 | 21:28 WIB
Pembatasan uang muka kredit kendaraan bermotor tidak banyak berpengaruh
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman MR, mengaku optimistis bahwa penjualan mobil tahun ini bisa mencapai angka satu juta unit atau 100.000 unit lebih banyak daripada penjualan tahun lalu.
Menurut data Gaikindo jumlah penjualan mobil di Indonesia periode Januari hingga Juli telah mencapai angka 637.000 unit sementara pada bulan Agustus lalu berjumlah 77.000 unit
"Jadi kira-kira sampai Agustus bisa sampai angka 714.000 unit. Kalaupun September penjualan turun, katakanlah Oktober kembali ke normal lagi. Kita melihat tahun ini bisa menembus satu juta unit," ungkap Sudirman optimis.
Sementara itu, Sudirman juga mengatakan bahwa aturan Bank Indonesia terkait pembatasan uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) tidak banyak berpengaruh bagi penjualan mobil saat ini, karena daya beli masyarakat yang tinggi.
"Jadi beberapa segmen, tipe-tipe tertentu, memang merasakan dampaknya. Tapi merk-merk tertentu justru ada yang naik penjualannya. Jadi ada yang turun dan naik, tapi secara total itu masih ada kenaikan," tambah Sudirman.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Sudirman MR, mengaku optimistis bahwa penjualan mobil tahun ini bisa mencapai angka satu juta unit atau 100.000 unit lebih banyak daripada penjualan tahun lalu.
Menurut data Gaikindo jumlah penjualan mobil di Indonesia periode Januari hingga Juli telah mencapai angka 637.000 unit sementara pada bulan Agustus lalu berjumlah 77.000 unit
"Jadi kira-kira sampai Agustus bisa sampai angka 714.000 unit. Kalaupun September penjualan turun, katakanlah Oktober kembali ke normal lagi. Kita melihat tahun ini bisa menembus satu juta unit," ungkap Sudirman optimis.
Sementara itu, Sudirman juga mengatakan bahwa aturan Bank Indonesia terkait pembatasan uang muka kredit kendaraan bermotor (KKB) tidak banyak berpengaruh bagi penjualan mobil saat ini, karena daya beli masyarakat yang tinggi.
"Jadi beberapa segmen, tipe-tipe tertentu, memang merasakan dampaknya. Tapi merk-merk tertentu justru ada yang naik penjualannya. Jadi ada yang turun dan naik, tapi secara total itu masih ada kenaikan," tambah Sudirman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
HUKUM & HANKAM
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




