Bengkel yang Konversi ke Motor Listrik Dapat Pelatihan
Minggu, 18 Desember 2022 | 14:36 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, konversi motor bahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik akan mendorong bengkel-bengkel motor lebih berdaya siang. Pemerintah akan memberikan pelatihan kepada bengkel.
Arifin mengatakan, sudah ada pelatihan bagi bengkel-bengkel untuk konversi motor listrik. Pelatihan itu sudah banyak diikuti masyarakat. "Jadi minat untuk ini sudah ada di mana kita mulai sosialisasikan di tanah air," ucap Arifin kepada wartawan di acara Electric Vehicle (EV) Fun Day yang digelar di GBK, Jakarta Pusat, Minggu (18/12/2022).
Arifin mengatakan konversi motor konvensional ke motor listrik berlaku bagi seluruh masyarakat yang memiliki kendaraan. "Konversi motor kita buka bebas saja untuk semua pemilik kendaraan, semua orang bisa," kata Arifin.
Sebelumnya Arifin Tasrif mengatakan pemerintah menargetkan 1.000 unit motor akan dikonversi menjadi motor listrik hingga akhir tahun 2022. Kementerian ESDM sudah melakukan konversi kendaraan listrik sebanyak 10 unit di tahun 2020 dan 100 unit di tahun 2021. Konversi tersebut terus digencarkan sebab pemerintah menargetkan 13 juta kendaraan listrik di tahun 2030.
"Kita ada berapa kota, berapa kabupaten dalam negeri, berapa banyak bengkel yang bisa kita ciptakan untuk beri dampak ekonomi kepada mereka," ujar Arifin ketika menghadiri Electric Vehicle Fun Day di Bundaran HI, Jakarta pada Minggu (20/11/2022).
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah telah menunjuk 10 bengkel motor yang memiliki sertifikasi konversi kendaraan listrik. Selain memberdayakan UMKM dan bengkel untuk konversi kendaraan listrik, Arifin berharap Indonesia mampu memproduksi kendaraan listrik sendiri dengan menggunakan sumber daya tanah air.
Arifin optimistis produksi baterai kendaraan listrik dapat segera direalisasikan mengingat Indonesia memiliki cadangan nikel melimpah. "Bukan untuk motor saja, tetapi untuk kapal dan transportasi lain, ini akan menghidupkan industri manufaktur dalam negeri," jelas Arifin.
Baca Juga: IBC Kuasai 53,93% Saham Wika di Segmen Motor Listrik
Data terakhir Kementerian Perindustrian mencatat terdapat empat perusahaan bus listrik, tiga perusahaan mobil listrik, serta 35 perusahaan roda dua dan roda tiga listrik dengan total investasi Rp 1,872 triliun.
Pemerintah menargetkan pada 2021-2025, jumlah kendaraan listrik di Indonesia akan mencapai 300.000 unit mobil dan 1,3 juta unit motor. Sedangkan pada tahap 2026-2030, jumlah kendaraan listrik ditargetkan akan mencapai 2 juta unit mobil dan 13 juta unit motor.
Pemerintah saat ini tengah menggencarkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Kendaraan listrik yang ramah lingkungan mampu mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 50%.
Hal tersebut mendukung komitmen Indonesia menuju net zero emission di tahun 2060. Pasalnya, apabila percepatan kendaraan listrik tidak segera dilakukan, Indonesia akan menghasilkan 1,5 giga ton CO2 pada tahun 2060.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Seusai Divonis 18 Tahun, Nadiem Makarim Didukung Artis-Influencer




