Stellantis Kembangkan Baterai Mobil Listrik 50 Persen Lebih Ringan
Minggu, 10 September 2023 | 05:45 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perusahaan otomotif Stellantis tengah bersiap mengembangkan baterai mobil listrik atau electric vehicle (EV) dengan bobot 50% lebih ringan dari yang ada saat ini. Target tersebut diharapkan bisa terwujud pada 2030.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (9/9/2023), Kepala teknologi Stellantis, Ned Curic, menganggap baterai kendaraan listrik saat ini terlalu berat, sehingga menyebabkan kendaraan menjadi tidak sesuai dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Karenanya, perusahaan berambisi mengurangi bobot baterai menjadi setidaknya 50% lebih ringan pada tahun 2030.
Untuk mewujudkan hal itu, menurutnya perlu pemikiran yang inovatif dalam mencari material baru, bahan kimia baru, dan cara baru untuk menggantikan material berat yang saat ini digunakan dalam baterai agar bisa menjadi lebih ringan. Sejauh ini Curic belum bisa membayangkan akan seperti apa bentuk baterai masa depan.
"Kita harus memikirkan material yang benar-benar baru, cara baru untuk mengganti material yang berat menjadi sesuatu yang lebih ringan," kata Curic.
Stellantis sendiri merupakan produsen mobil terbesar ketiga di dunia, yang mengoperasikan merek-merek seperti Fiat, Peugeot, dan Jeep. Perusahaan tersebut telah menginvestasikan 40 juta Euro (US$ 43 juta) dalam Pusat Teknologi Baterai Turin sebagai bagian dari upaya jangka panjang mereka untuk meningkatkan kualitas baterai.
Pusat teknologi tersebut akan fokus pada pengujian internal dan pengembangan paket baterai untuk kendaraan listrik grup yang akan datang.
Selain itu, Stellantis juga sedang membangun fasilitas serupa di Windsor, Kanada, untuk memperkuat pengembangan teknologi baterai di Amerika Utara.
Curic juga mengungkapkan rencana perusahaan untuk meluncurkan kendaraan yang "sangat terjangkau" pada akhir tahun ini, meskipun dia tidak memberikan informasi tentang harga kendaraan tersebut. Stellantis juga melihat peralihan ke kendaraan listrik sebagai langkah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, mengurangi konsumsi energi berbasis karbon dalam sistem transportasi.
"Kita mengonsumsi banyak energi berbasis karbon dalam sistem transportasi, sehingga peralihan ke sistem kendaraan listrik memungkinkan masa depan yang lebih berkelanjutan," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




