Pegawai Tesla Ramai-ramai Tanda Tangani Model S dan Model X Terakhir
Rabu, 13 Mei 2026 | 10:48 WIB
California, Beritasatu.com – Tesla resmi mengakhiri produksi dua model kendaraan listrik legendarisnya, Model S dan Model X, setelah lebih dari satu dekade menjadi simbol kendaraan listrik premium dunia.
Mobil terakhir dari kedua model tersebut dilaporkan keluar dari jalur produksi pabrik Tesla di Fremont, California, pada Sabtu (10/5/2026) waktu setempat.
Tesla mengumumkan berakhirnya produksi Model S dan Model X melalui unggahan di platform X. Dalam unggahan tersebut, Tesla menampilkan dua unit kendaraan berwarna Ultra Red serta satu Model S hitam yang dipenuhi tanda tangan para pekerja perakitan.
Bagi Tesla, khususnya Model S, kendaraan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan mobil listrik modern.
Saat pertama kali diluncurkan pada 2012, Tesla masih memiliki misi utama menghadirkan kendaraan listrik yang semakin beragam dan terjangkau bagi masyarakat.
Model S kemudian menjadi bukti bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga dapat tampil mewah, cepat, dan memiliki performa tinggi.
Keberhasilan Model S membantu Tesla memperoleh pendanaan dan kepercayaan pasar untuk mengembangkan model-model berikutnya seperti Model 3 dan Model Y.
Sekitar lima tahun setelah peluncuran Model S, Tesla merilis Model 3 yang kemudian disusul Model Y. Dalam perjalanannya, Model Y bahkan menjadi mobil terlaris dunia.
Banyak pihak menilai kesuksesan tersebut tidak akan tercapai tanpa keberhasilan awal Model S dan Model X.
Pada awal peluncurannya, Model S dijual dengan harga mulai US$ 59.900 atau setara sekitar US$ 87.000 dalam nilai saat ini setelah memperhitungkan inflasi.
Kala itu, Model S menawarkan jarak tempuh sekitar 160 mil dalam sekali pengisian daya. Namun untuk varian lebih tinggi, kendaraan tersebut mampu menempuh lebih dari 250 mil.
Angka tersebut tergolong revolusioner pada masanya karena pasar kendaraan listrik saat itu masih sangat terbatas. Salah satu pesaing utama ketika itu hanyalah Nissan Leaf yang memiliki jarak tempuh sekitar sepertiga dari kemampuan Model S.
Seiring perkembangan teknologi, Tesla terus meningkatkan kemampuan Model S. Kendaraan itu menjadi mobil listrik pertama di AS yang mampu menembus jarak tempuh 300 mil, lalu berkembang hingga lebih dari 400 mil berdasarkan standar EPA.
Tesla juga menghadirkan varian performa tinggi Model S Plaid yang mampu berakselerasi dari 0 hingga 60 mph hanya dalam 1,99 detik.
Varian tersebut bahkan sempat mencatat rekor quarter mile dengan waktu 9,2 detik, mengungguli sejumlah mobil supercar seperti Bugatti Chiron Super Sport yang dibanderol hingga US$ 3,8 juta.
Pada masa awalnya, Tesla dikenal sebagai perusahaan yang berani mengambil risiko besar dan menghadirkan berbagai ide tidak biasa di industri otomotif.
Model S dan Model X menjadi representasi utama ambisi Tesla membuktikan kendaraan listrik dapat menjadi alternatif serius bagi mobil berbahan bakar fosil.
Namun seiring kesuksesan Model 3 dan Model Y sebagai kendaraan massal, posisi Model S dan Model X perlahan berubah menjadi sekadar model premium pelengkap lini produk Tesla.
Persaingan kendaraan listrik premium juga semakin ketat dengan munculnya berbagai pemain baru seperti Porsche, Lucid, dan Rivian yang menghadirkan inovasi masing-masing.
Kini Tesla dilaporkan akan mengubah sebagian lini produksi Model S dan Model X untuk mendukung pengembangan produk baru perusahaan, termasuk robot humanoid Optimus.
Berakhirnya produksi Model S dan Model X menandai berakhirnya salah satu era paling penting dalam sejarah kendaraan listrik modern.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Skuad Timnas AS pada Piala Dunia 2026 Akan Diumumkan 26 Mei




