Model S dan X Disuntik Mati, Tesla Kini Fokus ke AI
Selasa, 12 Mei 2026 | 19:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tesla secara resmi mengumumkan bahwa unit terakhir dari dua model legendaris mereka, Tesla Model S dan Model X, telah resmi keluar dari jalur perakitan. Kedua kendaraan tersebut selesai dirakit di pabrik utama perusahaan yang berlokasi di Fremont, California. Pada Minggu, 10 Mei 2026, para karyawan berkumpul di fasilitas tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus seremoni perpisahan bagi dua mobil yang telah mengubah wajah industri otomotif dunia itu.
Keputusan Tesla untuk mempensiunkan kedua model ini sebenarnya telah disinggung sejak awal tahun. Pihak perusahaan menyebutkan bahwa langkah ini diambil seiring dengan pergeseran fokus yang lebih besar ke arah manufaktur robotika dan pengembangan perangkat lunak kemudi otonom.
“Pabrik di Fremont nantinya akan dialihfungsikan untuk mendukung pembangunan robot humanoid Tesla, Optimus, sementara fasilitas lainnya tetap fokus memproduksi Model 3, Model Y, dan Cybertruck,” tulis Top Gear, Selasa (12/5/2026).
Meskipun produksinya telah berakhir, Tesla memberikan jaminan bagi para pengguna setia mereka di seluruh dunia. "Pemilik Model S dan Model X saat ini akan tetap mendapatkan dukungan penuh melalui layanan servis berkelanjutan dan pembaruan perangkat lunak," tulis pernyataan resmi perusahaan.
Tesla juga mencatat bahwa pesanan untuk unit baru masih sempat diterima sepanjang kuartal pertama tahun ini sebelum lini produksi benar-benar ditutup. Model S dan Model X masing-masing memulai debutnya pada tahun 2012 dan 2015. Keduanya merupakan pionir yang membuka jalan bagi kendaraan-kendaraan Tesla yang lebih baru.
Berkat inovasi pada kedua model inilah, merek Tesla berhasil bertransformasi dari sekadar produsen otomotif khusus menjadi pilihan utama yang sah dan diperhitungkan bagi pembeli mobil secara global di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat.
Menariknya, saat dua model lawas ini pensiun, salah satu kendaraan pelopor Tesla lainnya justru diprediksi akan bangkit kembali. Tesla Roadster diharapkan akan kembali masuk ke jalur produksi pada tahun ini. Sebagai pengingat, Roadster sebelumnya sempat dihentikan produksinya sekitar tahun 2012, tepat pada saat Model S baru saja mulai diperkenalkan ke publik sebagai sedan listrik premium.
Di pasar Asia Tenggara, perjalanan kedua model ini memiliki cerita yang unik. Meski unit-unit Model S dan Model X beberapa kali terlihat mengaspal di jalan, keduanya tidak pernah melakukan debut secara resmi melalui distributor tunggal. Saat Tesla pertama kali menginjakkan kaki secara resmi di pasar tersebut, mereka langsung melompati kedua model besar ini dan lebih memilih untuk fokus memasarkan Model 3 serta Model Y.
Bagi banyak pengamat otomotif, penghentian produksi ini menandai titik balik penting bagi strategi bisnis Elon Musk. Tesla kini tidak lagi sekadar ingin dikenal sebagai produsen mobil, melainkan sebagai perusahaan teknologi kecerdasan buatan dan robotika. Penggunaan ruang pabrik Fremont untuk pengembangan robot Optimus menjadi bukti nyata bahwa masa depan perusahaan ini terletak pada integrasi antara mesin fisik dan perangkat lunak cerdas.
Kini, dengan resminya unit terakhir keluar dari pabrik, Model S dan Model X akan tercatat dalam sejarah sebagai kendaraan yang membuktikan bahwa mobil listrik bisa tampil mewah, kencang, dan praktis untuk penggunaan sehari-hari. Meski jalurnya kini digantikan oleh lini produk yang lebih massal dan pengembangan teknologi robotika, warisan teknologi yang ditinggalkan oleh kedua model ini dipastikan akan tetap hidup pada kendaraan-kendaraan masa depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




