ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Anggota DPR Minta Bonus bagi Pemain Timnas U-19 Segera Dicairkan

Rabu, 31 Juli 2024 | 09:45 WIB
YP
JS
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: JAS
Timnas Indonesia U-19 merayakan keberhasilan menjadi juara Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin, 19 Juli 2024.
Timnas Indonesia U-19 merayakan keberhasilan menjadi juara Piala AFF U-19 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin, 19 Juli 2024. (Antara/Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - DPR mengingatkan pemerintah agar menyediakan bonus kepada pemain dan pelatih Timnas Indonesia U-19 yang menjadi juara pada Piala AFF U-19. Selain itu, DPR menilai keberhasilan tersebut menjadi momentum memperkuat pembibitan atlet muda Indonesia.

Diketahui, tim asuhan Indra Sjafri menjadi juara Piala AFF 2024 seusai mengalahkan Thailand dengan skor 1-0  dalam final yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (29/7/2024) malam. 

"Sekarang giliran pemerintah untuk menepati janji. Berikan bonus yang sesuai dengan hasil kerja keras mereka. Ini sudah kewajiban PSSI selaku induk sepak bola Indonesia, dan juga Kemenpora. Apalagi bagi atlet muda, bonus sangat bermanfaat untuk memotivasi pengembangan prestasi mereka,” ujar anggota DPR Komisi X Andreas Hugo Pareira, Rabu (31/7/2024). 

ADVERTISEMENT

Andreas menyebut imbalan berupa bonus bagi atlet berprestasi merupakan salah satu bentuk perhatian negara untuk kesejahteraan anak-anak muda ini. Prinsip pemberian kesejahteraan bagi para atlet diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan khususnya Pasal 20 ayat (5) huruf j. Andreas pun mendorong agar pemberian bonus dapat segera direalisasikan.

“Meski bonus ini bukan menjadi tujuan utama bagi atlet dalam berjuang, tetapi keberhasilan Tim Garuda Muda mengharumkan nama Indonesia harus mendapat imbalan dan hal tersebut sesuai dengan amanat Undang-Undang Keolahragaan," tandas Andreas.

Di sisi lain, Andreas menjelaskan bahwa UU Keolahragaan memiliki tujuan untuk meningkatkan pembangunan nasional dalam bidang keolahragaan dengan perencanaan yang matang, sistematis, terpadu, berjenjang dan berkelanjutan. Ia lantas mengingatkan pentingnya pembibitan atlet sejak dini, termasuk lewat sekolah-sekolah.

“Penting sekali penyediaan infrastruktur olahraga yang merata dan memadai di setiap sekolah. Kemendikbud dan Kemenpora bisa bekerja sama dalam hal pencetakan atlet. Kalau perlu, kita juga bisa buat kurikulum pendidikan olahraga yang pastinya akan berguna bagi anak-anak yang punya bakat atau potensi di bidang olahraga,” jelas dia.

Andreas mengatakan, dunia pendidikan dan olahraga seharusnya dapat diselaraskan. Apalagi anak-anak memiliki bakat dan keunggulan masing-masing.

“Hari ini yang kita lihat adalah dukungan lebih banyak diberikan untuk anak-anak yang berprestasi di bidang akademik. Padahal ada kalanya anak-anak yang mungkin kurang di bidang akademik, tetapi unggul di bidang olahraga. Ini yang harus dipetakan secara serius,” ujar Andreas.

Untuk itu, Komisi X DPR yang membidangi urusan pendidikan dan olahraga berharap ada kolaborasi antara Kemendikbudristek dan Kemenpora dalam hal pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang olahraga. Menurut Andreas, pemerintah bisa mencontoh negara-negara maju dalam pembibitan atlet lewat sekolah-sekolah.

"Lihat bagaimana mereka menyelaraskan dunia pendidikan dan olahraga. Perguruan tinggi berlomba-lomba merekrut memberi beasiswa atlet dari SMA-SMA yang punya banyak atlet berprestasi. Sekolah-sekolah juga jadi punya motivasi meningkatkan kualitas pendidikan olahraga mereka," urainya.

"Itu mimpi besar kita ya, agar Indonesia punya sistem pendidikan olahraga yang optimal bagi anak-anak, karena dari atlet-atlet berprestasi ini, nama Indonesia semakin besar di kancah internasional," pungkas Andreas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon