ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gelombang Panas Siksa Pemain dan Penonton Piala Dunia Antarklub di AS

Rabu, 25 Juni 2025 | 12:40 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Pemain Auckland City Gerard Garriga berusaha mendinginkan tubuhnya saat water break pada pertandingan penyisihan grup C Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Boca Juniors di Nashville, Tennesse, Selasa, 25 Juni 2025.
Pemain Auckland City Gerard Garriga berusaha mendinginkan tubuhnya saat water break pada pertandingan penyisihan grup C Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Boca Juniors di Nashville, Tennesse, Selasa, 25 Juni 2025. (AP/George Walker IV)

Jakarta, Beritasatu.com - Para pemain dan penonton yang menghadiri ajang Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat harus berjuang menghadapi suhu ekstrem akibat gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah negara tersebut. 

Suhu tinggi telah menyebabkan sesi latihan dipersingkat, pemain harus berteduh di ruang ganti, dan seragam penuh keringat membanjiri lapangan.

Fenomena ini menjadi peringatan dini bagi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Jika situasi serupa terjadi, dampaknya bisa lebih luas, baik bagi pemain maupun penonton.

“Itu benar-benar panas. Jari-jari kakiku sakit, bahkan kuku kakiku pun terasa nyeri. Aku tak bisa mulai atau berhenti dengan baik. Namun karena semua orang mengalaminya, tak ada alasan,” ujar Marcos Llorente dari Atlético Madrid seusai pertandingan melawan PSG.

ADVERTISEMENT

Suhu Ekstrem dan Risiko Kesehatan
Fenomena cuaca heat dome atau kubah panas yang menyelimuti wilayah tengah dan timur AS menyebabkan suhu melonjak hingga 36°C atau lebih. Dampaknya, baik pemain maupun penonton berisiko mengalami dehidrasi, kram otot, heat exhaustion, hingga heat stroke.

“Panas di Eropa biasanya kering, tetapi di sini lembap. Itu dua kali lebih menyiksa,” kata seorang penggemar, Tyler Fernando, sebelum laga Bayern Munchen melawan Benfica di Charlotte, North Carolina, yang digelar saat suhu mencapai 36°C.

Di Nashville, saat pertandingan Auckland City melawan Boca Juniors, penonton pria terlihat melepas baju dan berlindung di area yang teduh.

Dampak Langsung
Klub seperti Chelsea bahkan mempersingkat sesi latihan mereka di Philadelphia karena suhu yang tidak bersahabat. Pelatih Enzo Maresca mengatakan, “Ini bukan soal alasan, ini soal kenyataan. Kalau memang panas, kita tak bisa berpura-pura tidak.”

Sementara itu, saat pertandingan Borussia Dortmund vs Mamelodi Sundowns, para pemain cadangan Dortmund memilih menyaksikan babak pertama dari ruang ganti untuk menghindari terik matahari. “Kami bahkan menyiapkan stik pendingin dan AC di ruang ganti. Ini bukan cuma soal taktik, tetapi soal meminimalkan beban fisik,” ujar pelatih Dortmund, Niko Kovac.

Aturan Pendinginan dan Isu Lingkungan
FIFA memiliki panduan resmi yang mewajibkan adanya cooling break atau jeda pendinginan saat suhu “Wet Bulb Globe Temperature” mencapai 89,6°F (sekitar 32°C). Biasanya dilakukan pada menit ke-30 dan ke-75 pertandingan. Aturan ini mulai diterapkan secara luas setelah Piala Dunia 2014 di Brasil.

Di Miami, petugas pemadam kebakaran sampai turun tangan di media sosial untuk memperingatkan penggemar tentang bahaya panas sebelum laga Inter Miami vs Palmeiras. Chelsea pun merilis panduan penanganan panas sebelum bertanding melawan Esperance.

Selain panas, cuaca ekstrem lain juga ikut mengganggu turnamen. Lima pertandingan telah mengalami penundaan akibat badai petir.

Tantangan Iklim pada Piala Dunia 2026
Masalah iklim dprediksi akan menjadi tantangan besar bagi FIFA ke depannya. Dari 16 kota tuan rumah Piala Dunia 2026, hanya lima stadion yang memiliki atap pelindung dari matahari langsung. Di Meksiko, kota seperti Guadalajara dan Mexico City berisiko terdampak musim badai, sementara Monterrey mencatat suhu rata-rata musim panas di atas 32°C.

Peter Crisp dari Fossil Free Football mengkritik FIFA, “Menggelar pertandingan di stadion tanpa naungan pada siang hari, sambil tetap mempromosikan sponsor berbasis minyak, menunjukkan bahwa FIFA tidak menyadari ancaman serius dari panas ekstrem terhadap turnamen global mereka.”

Setelah Piala Dunia 2026, edisi 2030 akan digelar di Maroko, Spanyol, dan Portugal. Sementara itu, Piala Dunia Wanita 2027 dijadwalkan berlangsung di Brasil, negara yang juga dikenal dengan suhu tinggi saat musim panas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bukan Chelsea, Mourinho Sebut PSG Lebih Layak Disebut Terbaik

Bukan Chelsea, Mourinho Sebut PSG Lebih Layak Disebut Terbaik

SPORT
Kalahkan PSG, Enzo Maresca: Chelsea Menang Sejak 10 Menit Pertama

Kalahkan PSG, Enzo Maresca: Chelsea Menang Sejak 10 Menit Pertama

SPORT
Piala Dunia Antarklub: Cole Palmer Bingung Donald Trump Ada di Podium

Piala Dunia Antarklub: Cole Palmer Bingung Donald Trump Ada di Podium

SPORT
Ini Alasan Chelsea Bisa Hancurkan PSG di Final Piala Dunia Klub 2025

Ini Alasan Chelsea Bisa Hancurkan PSG di Final Piala Dunia Klub 2025

SPORT
Hajar PSG 3-0, Chelsea Juara Piala Dunia Antarklub 2025

Hajar PSG 3-0, Chelsea Juara Piala Dunia Antarklub 2025

SPORT
Piala Dunia Antarklub: PSG Bidik Quadruple, Chelsea Incar Gelar Kedua

Piala Dunia Antarklub: PSG Bidik Quadruple, Chelsea Incar Gelar Kedua

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon