Tim Junior Indonesia Menang atas Rusia dalam Simulasi AJC 2025
Jumat, 11 Juli 2025 | 16:55 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — PBSI menggelar simulasi menjelang bergulirnya Wondr by BNI Badminton Asia Junior Championships (AJC) 2025 nomor beregu yang akan berlangsung pada 18–22 Juli 2025 di GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah. Simulasi ini mempertemukan Tim junior Indonesia dengan tim Rusia yang tengah menjalani training camp, dalam dua sesi pertandingan pada Jumat (11/7/2025).
Pada sesi pagi yang digelar di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Tim Indonesia yang dimotori Moh Zaki Ubaidillah menang meyakinkan atas Rusia dengan skor 110-80. Sesi kedua dijadwalkan berlangsung siang harinya.
Kabid Binpres PBSI sekaligus manajer tim, Eng Hian, menyebutkan, simulasi ini merupakan kesempatan penting untuk persiapan.
"Hari ini kami berkesempatan melakukan simulasi melawan tim Rusia. Ini hal yang cukup bagus, terutama untuk atlet-atlet merasakan atmosfer pertandingan dan sistem poin yang akan digunakan di AJC nanti. Semoga simulasi ini membuat mereka lebih siap lagi," kata Eng Hian.
Ia juga menjelaskan, tim beregu telah menjalani pemusatan latihan selama dua minggu dan beberapa kali melakukan simulasi internal.
"Poin 110 ini menjadi pengalaman baru bagi banyak atlet. Namun, dari hari ke hari, mereka sudah bisa lebih beradaptasi. Saya berharap apa yang mereka dapatkan di sini bisa terbawa ke Solo untuk memberikan hasil terbaik," lanjutnya.
Dari total 20 atlet dalam skuad AJC 2025, hanya lima yang sebelumnya pernah merasakan sistem poin 110 di Kejuaraan Dunia Junior 2024, yakni Moh Zaki Ubaidillah, Richie Duta Richardo, Kavitha Nadjwa Aulia, Riska Anggraini, dan Rinjani Kwinnara Nastine.
Menurut Rinjani, simulasi ini sangat bermanfaat karena memberi atmosfer pertandingan sungguhan.
"Simulasi tadi terasa seperti pertandingan sesungguhnya karena melawan tim luar negeri yang belum pernah kami hadapi. AJC tahun ini saya harus fokus di dua sektor, ganda putri dan ganda campuran. Jadi persiapan fisik dan adaptasi dengan pasangan baru sangat penting," ucapnya.
Ia juga menyampaikan pesan untuk rekan-rekannya yang belum terbiasa dengan sistem skor ini.
"Saya berpesan agar banyak bermain menyerang dari awal dan jangan banyak melakukan kesalahan sendiri," tambahnya.
Sementara itu, dari tim Rusia, atlet tunggal putra Sergei Sirant menyambut baik kesempatan bertanding dengan Indonesia.
"Senang bisa ada di sini walaupun sulit karena cuaca panas. Namun, kami berusaha beradaptasi. Simulasi tadi menyenangkan dan menantang. Sistem ini membuat setiap poin sangat berharga," ujar Sergei, yang tampil di Olimpiade Tokyo 2020.
Sergei sempat bertemu Anthony Sinisuka Ginting dalam babak penyisihan grup J. Ginting menang 21-12, 21-10 saat itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




