ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PSSI Murka Wasit Thoriq Alkatiri Dipukul Usai Malut United vs PSM

Senin, 9 Maret 2026 | 16:36 WIB
HS
MA
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: MA
PSSI angkat bicara terkait insiden pemukulan terhadap wasit Thoriq Alkatiri setelah laga Malut United melawan PSM Makassar pada kompetisi BRI Super League.
PSSI angkat bicara terkait insiden pemukulan terhadap wasit Thoriq Alkatiri setelah laga Malut United melawan PSM Makassar pada kompetisi BRI Super League. (Beritasatu.com/Dok. PSSI)

Jakarta, Beritasatu.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) murka dan buka suara terkait insiden pemukulan terhadap wasit Thoriq Alkatiri setelah laga Malut United melawan PSM Makassar pada kompetisi BRI Super League.

Insiden tersebut terjadi di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu (7/3/2026) malam WIB. Selain pemukulan terhadap wasit, terjadi pula dugaan intimidasi terhadap wartawan yang merekam kejadian tersebut.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyayangkan insiden kekerasan itu terjadi, terlebih di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. PSSI pun memastikan akan melakukan investigasi untuk menindaklanjuti kericuhan tersebut.

ADVERTISEMENT

“Kami sangat tidak menginginkan hal-hal seperti ini terjadi, apalagi ini pada Super League di klub-klub strata pertama yang sebenarnya hal-hal seperti ini tidak bisa lagi terjadi,” ucap Yunus dalam keterangan resminya pada Senin (9/3/2026).

“Penting bagi kami, baik itu pemukulan terhadap wasit, pada media dan lain-lain. Kami berharap ini menjadi yang terakhir dan mohonlah kawan-kawan klub, apalagi di sana ada ofisial yang ditengarai. Kami berharap apa pun yang terjadi, apalagi tidak ada kesalahan fatal yang dilakukan,” katanya.

Yunus memastikan insiden tersebut akan menjadi bahan pembahasan Komite Disiplin PSSI. Dengan demikian, Malut United berpotensi menerima sanksi atas tindakan oknum suporter maupun dugaan keterlibatan ofisial tim.

Ia pun menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada Komite Disiplin PSSI dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Mengapa hal-hal ini dilakukan dan terulang-ulang. Tentu ini juga menjadi bahan dari komite disiplin untuk mengambil sebuah keputusan. Sekali lagi kami berharap, hal-hal seperti ini jangan lagi terjadi karena ini juga tidak baik bagi atmosfer sepak bola Indonesia, kompetisi I-League kita dan kita jaga bersama-sama,” ujarnya.

Sebelumnya, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Pusat juga mengecam intimidasi terhadap jurnalis Radio Republik Indonesia (RRI) Ternate, Irwan Djailani.

Irwan didatangi sejumlah pihak, diintimidasi, dan dipaksa menghapus rekaman video yang merupakan bagian dari kerja jurnalistiknya saat meliput pertandingan tersebut. SIWO PWI Pusat menegaskan akan membawa kasus intimidasi terhadap jurnalis itu ke jalur hukum.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT