Ancam Tak Injakkan Kaki, Iran Boikot AS di Piala Dunia 2026
Kamis, 19 Maret 2026 | 17:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Dunia sepak bola kembali dihadapkan pada tantangan geopolitik yang pelik menjelang perhelatan Piala Dunia 2026. Federasi Sepak Bola Iran baru-baru ini menyatakan niatnya untuk tetap berkompetisi di turnamen bergengsi tersebut, namun dengan sebuah syarat besar.
Dikutip Al Jazeera, Kamis (19/3/2026), Iran secara terbuka menyatakan akan "memboikot Amerika Serikat", yang merupakan salah satu tuan rumah utama di mana pertandingan grup mereka dijadwalkan berlangsung.Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dalam sebuah unggahan video melalui kantor berita Fars.
Taj menegaskan bahwa persiapan tim nasional tetap berjalan maksimal demi prestasi di lapangan hijau. Namun, sikap politik negara tersebut tetap teguh untuk tidak menginjakkan kaki di wilayah Amerika Serikat, meskipun statusnya adalah peserta resmi turnamen.
Langkah boikot ini memicu koordinasi intensif di tingkat diplomatik. Duta Besar Iran beserta jajaran kedutaan besar mereka di Mexico City dilaporkan tengah melakukan negosiasi serius dengan FIFA. Fokus utama dari pembicaraan tersebut adalah kemungkinan memindahkan tiga pertandingan babak penyisihan grup yang melibatkan tim nasional Iran ke wilayah Meksiko.
Upaya pemindahan lokasi ini bukan tanpa alasan fundamental dari sisi keamanan. Sebelumnya, Donald Trump sempat melontarkan pernyataan kontroversial terkait kehadiran atlet Iran di negaranya. Ia menyebut bahwa perjalanan para pemain Iran ke Amerika Serikat dianggap "tidak tepat", terutama jika mempertimbangkan faktor keselamatan jiwa dan keamanan para pemain tersebut selama berada di sana.
Situasi ini menjadi kerumitan tersendiri bagi penyelenggara, mengingat Piala Dunia edisi kali ini memiliki format unik dengan melibatkan tiga negara tuan rumah. Mulai Juni 2026 mendatang, pertandingan akan tersebar di 16 kota yang mencakup wilayah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pembagian lokasi ini awalnya dimaksudkan untuk merayakan keragaman, namun kini justru menghadapi kendala diplomatik yang nyata.Hingga saat ini, FIFA belum memberikan keputusan resmi terkait permintaan relokasi jadwal pertandingan tersebut.
Memindahkan lokasi pertandingan di tengah persiapan yang sudah matang tentu akan berdampak pada logistik, penjualan tiket, hingga pengaturan hak siar. Meski demikian, tekanan politik dari kedua belah pihak membuat badan sepak bola dunia tersebut harus berhati-hati dalam mengambil langkah
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Mallorca vs Real Madrid 2-1, Muriqi Beri Pil Pahit ke Los Blancos




