Temuan Mutilasi di Ketewel Bali Terkait Video Tebusan USD 10 Juta?
Sabtu, 28 Februari 2026 | 06:50 WIB
Gianyar, Beritasatu.com – Kepolisian menyelidiki temuan potongan tubuh manusia di Muara Sungai Wos Teben, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (27/2/2026).
Jasad dalam kondisi tidak utuh tersebut diduga berkaitan dengan hilangnya warga negara Ukraina, Ihor Komarav (28), yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan di Bali.
Sejumlah bagian tubuh ditemukan tersebar dari muara sungai hingga bibir pantai. Dari identifikasi awal, ditemukan potongan lengan dengan tato bergambar Bunda Maria serta jam tangan yang masih melekat.
Ciri tersebut dinilai identik dengan korban yang sebelumnya muncul dalam video permintaan tebusan.
Polisi Lakukan Autopsi dan Uji DNA
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan seluruh bagian tubuh yang ditemukan telah dievakuasi untuk kepentingan autopsi dan uji DNA.
“Benar ditemukan potongan tubuh manusia di wilayah Ketewel. Saat ini sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi dan uji DNA. Kami belum bisa memastikan identitas korban sebelum hasil pemeriksaan ilmiah keluar,” kata Ariasandy.
Menurutnya, penyidik akan mencocokkan DNA temuan tersebut dengan data keluarga orang hilang yang telah melapor.
“Kami juga melakukan pencocokan DNA untuk memastikan identitasnya. Kami minta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik,” ujarnya.
Hilang sejak 15 Februari di Jimbaran
Ihor Komarav dilaporkan hilang pada 15 Februari 2026 malam di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung.
Berdasarkan laporan awal, korban diduga diserang sekelompok orang tak dikenal saat berlatih mengendarai sepeda motor bersama rekannya. Rekannya berhasil melarikan diri, sementara korban disebut dibawa paksa.
Beberapa hari setelah kejadian, beredar video yang memperlihatkan korban dalam kondisi terikat sambil meminta uang tebusan sebesar USD 10 juta atau sekitar Rp 168 miliar. Video tersebut viral di media sosial dan menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Penemuan Berawal dari Bau Menyengat
Penemuan jasad bermula dari laporan warga yang mencium bau menyengat di sekitar Muara Sungai Wos Teben pada Jumat pagi.
Saat dilakukan pengecekan, ditemukan potongan tubuh manusia dalam kondisi terpisah. Aparat kepolisian kemudian memasang garis polisi dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
Hingga kini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai identitas korban maupun penyebab kematian. Hasil autopsi dan uji DNA akan menjadi dasar penentuan identitas serta arah penyelidikan lebih lanjut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
AS-Israel Serang Fasilitas Petrokimia Iran
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Prabowo Sambut 3 Jenazah Prajurit TNI di Bandara Soekarno-Hatta




