2 Korban Banjir di Buleleng Masih Dicari, 162 Personel Dikerahkan
Minggu, 8 Maret 2026 | 16:59 WIB
Buleleng, Beritasatu.com - Pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, memasuki hari ketiga pada Minggu (8/3/2026). Tim SAR gabungan menurunkan 162 personel untuk menyisir aliran sungai hingga muara Sungai Tukad Mendaum.
Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) sore akibat hujan ekstrem menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah. Empat warga dilaporkan hanyut, sementara beberapa rumah rusak, pohon tumbang, serta terjadi tanah longsor di berbagai titik.
Kepala Pos SAR Buleleng, Donny Indrawan, mengatakan pencarian difokuskan pada lokasi-lokasi yang diduga masih terdapat korban.
“Tim satu menyisir dari Jembatan Banjar ke muara. Titik yang dicurigai masih ada tumpukan sampah di pinggir sungai,” kata Donny.
Tim lainnya melakukan pencarian di perairan laut menggunakan dua perahu karet dengan jangkauan hingga 22 kilometer dari muara sungai. Pencarian juga difokuskan di sekitar lokasi ditemukannya korban sebelumnya di perbatasan Desa Banjar dan Desa Kalianget, Kecamatan Seririt.
Operasi pencarian pada hari ketiga menghadapi sejumlah kendala, terutama arus sungai yang deras serta tumpukan sampah yang menyulitkan proses pencarian. Untuk mempercepat pembersihan material banjir, tim juga mengerahkan dua unit excavator. Selain itu, anjing pelacak K-9 juga disiagakan untuk membantu proses pencarian korban dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan tim kembali menemukan satu jenazah korban pada Minggu sore. Jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Singaraja untuk proses identifikasi oleh keluarga.
"Hari ini kami menemukan satu jenazah di Pantai Dencarik sekitar pukul 15.42 Wita. Saat ini jenazah sedang dibawa ke RSUD Singaraja untuk diidentifikasi oleh keluarga," kata Gede Suyasa.
Hingga saat ini, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni Dewa Ketut Adi Suarjana (55) dan Komang Suci (44). Sementara itu, dua korban lainnya yang masih dalam pencarian adalah kakak beradik Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
Sementara itu, data dari BPBD Buleleng mencatat hujan ekstrem berdampak pada sekitar 500 kepala keluarga (KK) di sejumlah kecamatan. Kecamatan Banjar menjadi wilayah yang paling terdampak, dengan total 96 titik kejadian bencana yang tercatat hingga saat ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
Iran: Radiasi Nuklir Bisa Hancurkan Negara Teluk
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Susunan Pemain Mallorca vs Madrid, Duo Mbappe-Brahim Diaz Jadi Tumpuan




