Banjir Bandang Buleleng: Korban Termuda Ditemukan
Senin, 9 Maret 2026 | 15:42 WIB
Buleleng, Beritasatu.com - Jasad Kadek Wahyu (12), korban termuda dalam peristiwa banjir bandang di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, akhirnya ditemukan pada Minggu (8/3/2026). Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaus berwarna biru di perairan Desa Dencarik, sekitar 3 kilometer dari rumahnya.
Penemuan tersebut menambah jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Hingga hari ketiga operasi pencarian, tiga dari empat korban yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Sebelumnya, tim SAR gabungan melakukan penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai hingga wilayah perairan laut.
Personel dari Pos SAR Buleleng bersama Balawista menyisir kawasan dari Pantai Banjar ke arah barat menggunakan perahu karet. Sementara itu, tim Polair Polres Buleleng melakukan pencarian ke arah utara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, jasad korban ditemukan di wilayah perairan Desa Dencarik.
“Korban ditemukan di perairan Dencarik dengan jarak sekitar 3 kilometer dari rumah korban,” ujarnya.
Meski satu korban telah ditemukan, operasi pencarian belum sepenuhnya berakhir. Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan satu korban lainnya, yakni Putu Wini (17) yang merupakan kakak dari Kadek Wahyu.
“Kami akan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban Putu Wini yang belum ditemukan,” kata Suyasa.
Operasi pencarian sempat dihentikan sementara pada Minggu sore dan dijadwalkan dilanjutkan kembali pada Senin (9/3/2026).
Tim SAR gabungan berencana melakukan penyisiran kembali di aliran sungai, wilayah perairan laut, bibir pantai, hingga tumpukan material kayu dan lumpur yang terbawa arus banjir.
Banjir bandang menerjang Desa Banjar pada Jumat (6/3/2026) malam setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Arus banjir menghantam dua kawasan permukiman warga, yakni Dusun Santal dan Dusun Ambengan, merusak sejumlah rumah serta menyeret material kayu dan lumpur hingga ke aliran sungai dan laut. Peristiwa tersebut menelan empat korban jiwa.
Korban pertama yang ditemukan adalah Dewa Ketut Adi Suarjana (55) yang meninggal dunia saat berusaha menyelamatkan mobilnya dari terjangan arus banjir.
Korban kedua adalah Komang Suci (44) yang ditemukan pada Sabtu (7/3/2026) dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai sekitar 2 kilometer dari rumahnya.
Saat ditemukan, tubuh korban terhimpit dan tertutup tumpukan puing kayu serta batang pohon yang terbawa arus banjir.
Pada hari ketiga pencarian, Minggu (8/3/2026), tim SAR gabungan kemudian menemukan jasad Kadek Wahyu (12) di perairan Desa Dencarik.
Hingga saat ini, tim SAR masih melanjutkan operasi pencarian terhadap korban terakhir, Putu Wini (17).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PSEL di Makassar Dipercepat untuk Atasi Praktik Open Dumping
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Situasi Lebanon Memanas, KSAD Maruli: Prajurit TNI Sudah Paham SOP!




