Puluhan Bus Tak Laik Jalan Ditemukan di Terminal Lebak
Rabu, 11 Maret 2026 | 16:08 WIB
Rangkasbitung, Beritasatu.com - Menjelang arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 pengelola Terminal Tipe A Mandala di Kabupaten Lebak, Banten, mulai memperketat pengawasan terhadap armada angkutan umum yang akan melayani pemudik.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap puluhan bus yang beroperasi di terminal tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan puluhan kendaraan yang belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan operasional.
Kepala Terminal Mandala Muksin mengatakan pihaknya telah melakukan ramp check terhadap sedikitnya 54 kendaraan yang terdiri dari bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) dan antar-kota dalam provinsi (AKDP).
“Hasil ramp check terhadap 54 kendaraan, sebanyak 29 kendaraan dinyatakan laik jalan, sementara 24 kendaraan tak laik, sehingga diberikan peringatan untuk segera melengkapi kekurangan,” ujar Muksin, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, kendaraan yang mendapat peringatan umumnya memiliki kekurangan pada komponen teknis yang relatif ringan, namun tetap berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan. Kekurangan tersebut antara lain terkait lampu penerangan, wiper, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Muksin menjelaskan pemeriksaan kendaraan merupakan bagian dari persiapan menjelang pembukaan Posko Angkutan Lebaran di Terminal Mandala. Selain memastikan kondisi armada, pengelola terminal juga melakukan koordinasi dengan pengusaha angkutan, pengurus perusahaan otobus, serta para pengemudi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pengurus, pengusaha, dan sopir agar pelayanan kepada pemudik dapat berjalan maksimal,” katanya.
Selain aspek teknis kendaraan, pengelola terminal juga menyoroti penertiban tarif angkutan. Untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, setiap kendaraan diwajibkan memasang daftar tarif sesuai dengan trayek yang dilayani.
“Tarif akan dipasang di setiap kendaraan berdasarkan jurusan. Tujuannya agar pemudik mengetahui biaya perjalanan secara jelas dan tidak ada penarikan tarif di luar ketentuan,” jelasnya.
Jika ditemukan pelanggaran tarif secara sepihak, masyarakat diminta segera melapor dengan menyertakan informasi kendaraan, waktu keberangkatan, serta trayek perjalanan.
“Kami akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Bahkan pengurus perusahaan otobus juga siap memberikan sanksi kepada sopir yang melanggar,” tegas Muksin.
Terminal Mandala saat ini menyiapkan sekitar 73 kendaraan AKAP, 20 hingga 30 kendaraan AKDP, serta 20 kendaraan angkutan pedesaan (angdes) untuk melayani mobilitas penumpang selama musim mudik.
Selain itu, terdapat tambahan trayek baru yang menghubungkan wilayah Rangkasbitung dengan Kuningan dan Cirebon guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat.
Pada sisi lain, pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi juga mulai dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keselamatan perjalanan. Sejauh ini hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sopir dalam kondisi sehat.
Namun untuk tes urine guna mendeteksi penyalahgunaan narkotika, pihak terminal masih menunggu pelaksanaan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten.
“Pemeriksaan kesehatan sudah dilakukan dan alhamdulillah semuanya sehat. Untuk tes urine kami masih menunggu dari BNN Provinsi Banten,” ujarnya.
Meski aktivitas penumpang di Terminal Mandala saat ini masih terpantau normal, pengelola terminal memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi sekitar empat hari sebelum Lebaran atau H-4.
Pada periode tersebut, jumlah penumpang yang naik maupun turun di terminal diperkirakan dapat mencapai lebih dari 1.000 orang per hari.
“Untuk saat ini masih landai, tetapi biasanya puncak terjadi sekitar H-4 Lebaran. Kami perkirakan jumlah penumpang bisa di atas seribu orang per hari,” pungkas Muksin.
Dengan berbagai langkah persiapan tersebut, pengelola Terminal Mandala berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan transportasi darat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




