Bentuk Protes, Sopir Truk Palang Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara
Senin, 16 Maret 2026 | 07:03 WIB
Ciruas, Beritasatu.com - Aksi nekat dilakukan seorang sopir truk pengangkut alat berat di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten. Sopir tersebut memalang truk yang membawa sebuah ekskavator di tengah jalur menuju dermaga setelah kendaraannya tidak diperbolehkan masuk ke dalam kapal.
Akibat aksi tersebut, puluhan truk logistik yang hendak masuk ke kapal terpaksa tertahan karena jalur menuju dermaga tertutup oleh truk bermuatan alat berat tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kapolda Banten Irjen Pol Hengki melakukan pemantauan langsung di Pelabuhan BBJ Bojonegara.
Saat melakukan peninjauan, rombongan mendapati sebuah truk pengangkut alat berat melintang di tengah jalur kendaraan menuju dermaga. Kondisi ini sempat mengejutkan menteri perhubungan dan kapolda Banten yang sedang melakukan inspeksi di lokasi.
Mengetahui adanya kendaraan yang menghalangi jalur, Kepala Cabang Pelabuhan BBJ Bojonegara Endin Juhaendi langsung memerintahkan stafnya untuk mencari sopir truk tersebut.
Setelah sopir ditemukan, ia sempat menolak memindahkan truknya dari tengah jalan meskipun telah dibujuk oleh kapolda Banten dan menteri perhubungan agar kendaraan tersebut segera disingkirkan.
Setelah dilakukan mediasi, sopir akhirnya bersedia memindahkan truknya ke pinggir jalan sehingga jalur menuju dermaga kembali dapat dilalui kendaraan lain.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki kemudian memerintahkan kepala cabang Pelabuhan BBJ Bojonegara agar truk tersebut segera dimasukkan ke dalam kapal.
Namun karena kapasitas kapal saat itu sudah penuh, truk pengangkut ekskavator tersebut harus menunggu keberangkatan kapal berikutnya.
Aksi sopir truk itu dipicu penolakan pihak kapal yang tidak mengizinkan kendaraannya naik dengan alasan kapasitas kapal sudah penuh, meskipun sopir mengaku berada di antrean pertama.
“Truk saya mau masuk, tetapi ditolak sama pihak kapal dengan alasan penuh. Padahal saya ada di antrean pertama,” ujar sopir tersebut.
Ia juga mempertanyakan keputusan tersebut kepada pihak pelabuhan dan aparat yang berada di lokasi.
“Saya itu dari depan, urutan pertama. Jadi saya tidak boleh masuk, Pak?” tambahnya.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Pelabuhan BBJ maupun perusahaan kapal terkait alasan pasti truk pengangkut alat berat tersebut tidak diperbolehkan masuk ke dalam kapal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




