ASDP Pelabuhan Merak Sebut Tiket Pemudik Tidak Hangus jika Terlambat
Senin, 16 Maret 2026 | 16:36 WIB
Cilegon, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry memastikan tiket penyeberangan di Pelabuhan Merak tidak hangus apabila penumpang datang terlambat akibat kondisi lalu lintas menuju pelabuhan. Operator penyeberangan tersebut memberikan toleransi waktu agar pemudik tetap dapat menggunakan tiket yang telah dibeli secara online.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo mengatakan, kebijakan ini diterapkan untuk memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju Pelabuhan Merak, terutama pada periode arus mudik Lebaran.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Jika terjadi keterlambatan atau datang lebih cepat, kami memberikan dispensasi waktu,” ujar Heru Widodo kepada wartawan di Dermaga Eksekutif 6 Pelabuhan Merak, Cilegon, Senin (16/4/2026).
Ia menjelaskan, tiket penyeberangan masih dapat digunakan meski penumpang datang tidak sesuai dengan jam keberangkatan yang tertera. Penumpang masih diberi toleransi waktu sehingga tetap dapat melakukan perjalanan.
“Tiket bisa digunakan hingga 12 jam setelah waktu keberangkatan, atau bahkan 8 jam sebelum keberangkatan sudah bisa digunakan,” katanya.
Selain itu, Heru Widodo menuturkan pihaknya juga telah menghapus kebijakan pembatasan lokasi pembelian tiket atau geo-fencing. Dengan demikian masyarakat dapat memesan tiket penyeberangan dari mana saja tanpa harus berada di radius tertentu dari pelabuhan.
“Sekarang juga sudah tidak ada lagi geo-fencing. Jadi masyarakat bisa memesan tiket dari mana saja. Yang penting kami memastikan tiket dibeli secara mandiri dan online,” tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
Perbaiki Tanggul Irigasi Makam, Warga Palopo Temukan Granat Nanas
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




