Jelang Pilpres 2024, Mahasiswa di Surabaya Deklarasi Pemilu Damai
Sabtu, 25 November 2023 | 13:03 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Mahasiswa di Surabaya, Jawa Timur menggelar deklarasi pemilu damai di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Sabtu (25/11/2023). Deklarasi damai yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) ini menghasilkan empat poin penting.
Pertama, DPD IMM Jatim menyatakan dan berkomitmen untuk menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945. Kedua, menyukseskan Pemilu 2024 yang bermartabat, berintegritas, jujur adil aman damai dan demokratis.
Ketiga, tunduk dan patuh pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia. Keempat, menolak segala bentuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, money politic, politisasi agama dan etnis.
Seusai pembacaan deklarasi, para mahasiswa yang sebagian besar dari kader IMM melakukan petisi penandatanganan deklarasi damai.
Salah seorang deklarator dan juga aktivis IMM, Syarifudin mengatakan IMM harus mampu menjadi penggerak perubahan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pemilu menjadi wahana bagi masyarakat untuk memberikan suara demi memilih wakil yang akan mewakili kepentingan publik di berbagai tingkat pemerintahan.
“Deklarasi ini merupakan suatu upaya untuk memastikan pemilu berjalan dengan jujur, damai, aman, dan penuh keharmonisan,” ujar Syarifudin, aktivis IMM, Sabtu (25/11/2023).
Lebih lanjut Syarifudin menambahkan hoaks menjelang pemilu menjadi suatu hal yang harus diwaspadai setiap lapisan masyarakat, tak terkecuali mahasiswa dan generasi muda lainnya. Peredaran hoaks atau informasi tidak benar memiliki dampak besar dan dapat merusak kesatuan dan persatuan bangsa.
Ia juga meminta agar kader-kader IMM bisa menggunakan logika setiap kali menerima informasi dan melakukan cek fakta jika mendapatkan informasi yang dicurigai kebenarannya. Menurutnya, hoaks dibuat dan disebarkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Oleh sebab itu, sebagai kader IMM tidak boleh dengan mudah memercayai seluruh informasi yang didapatkan, apalagi menyangkut persatuan bangsa.
“Di tengah tahun politik seperti ini, kita perlu sering-sering bertabayyun dan mengedepankan logika, cek faktanya, jangan mudah sebarkan hoaks. Jangan juga mudah percaya, apalagi yang memecah belah bangsa, politik identitas. Itu tidak baik untuk kemajuan bangsa,” imbuhnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




