ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pilpres Satu Putaran Berkurangnya Politisasi Agama

Jumat, 5 Januari 2024 | 15:51 WIB
NR
NG
Penulis: Nabiel Gibran El Rizani | Editor: NBG
Peserta Pilpres 2024 (kiri ke kanan), yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Peserta Pilpres 2024 (kiri ke kanan), yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. (AP/Tatan Syuflana)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres 2024) satu putaran menjadi salah satu narasi yang cukup bisa didengar akhir-akhir ini. Dengan Pilpres 2024 diadakan satu putaran pemerintah bisa menghemat anggaran sampai Rp 27 triliun.

Namun, pelaksanaan pemilu satu putaran juga menimbulkan sejumlah tantangan, salah satunya adalah potensi politisasi agama.

Pada pemilu sebelumnya, politisasi agama memang menjadi salah satu faktor yang memicu konflik antarumat beragama. Hal ini terlihat dari maraknya penyebaran ujaran kebencian dan fitnah yang berbau SARA.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengatakan bahwa saat ini politasasi agama sudah berkurang.

ADVERTISEMENT

“Tentang Politisasi agama kelihatannya saat ini sudah berkurang, ya ada tapi intensitasnya tidak terlalu tinggi seperti 2019 yang lalu karena pertarungannya sekarang 3 kubu jadi lebih cair lebih ada pemecah gelombang yang itu ada pada pihak ketiga,” ujar Ujang Komarudin saat dihubungi oleh Beritasatu.com, Jumat (5/1/2023).

Dirinya mengatakan bisa jadi politiasasi agama itu terjadi pada Pilpres 2024 tetapi kemungkinannya sangat kecil.

“Ya bisa saja terjadi, kalau misal ada salah satu paslon punya kesalahan terkait persoalan agama baru akan digoreng-goreng nanti,” ujarnya.

Sementara debat ketiga calon presiden 2024 digelar di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Pada debat kali ini, para capres, yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo akan beradu gagasan bertemakan pertahanan, keamanan, geopolitik, dan hubungan internasional. Ada 11 panelis dalam debat ketiga ini. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon