Korsleting Kipas Angin Hanguskan 2 Rumah di Papanggo
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Dua rumah tinggal di Jalan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, hangus dilalap api pada Sabtu (11/10/2025) dini hari. Insiden yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan padat penduduk tersebut.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, menjelaskan, laporan pertama diterima dari warga sekitar pukul 02.13 WIB. Menanggapi laporan tersebut, pihaknya segera mengerahkan 17 unit mobil pemadam dengan total 80 personel ke lokasi kejadian.
“Tim kami tiba di lokasi enam menit setelah laporan masuk dan langsung melakukan pemadaman sekitar pukul 02.19 WIB,” ujar Gatot.
Menurutnya, proses pemadaman sempat terkendala oleh akses jalan yang sempit dan padat bangunan, membuat mobil pemadam sulit mendekat ke titik api. Meski begitu, petugas tetap berupaya keras menembus gang sempit dan menarik selang sejauh puluhan meter. Api akhirnya berhasil dijinakkan, dan proses pendinginan selesai sekitar pukul 02.58 WIB.
“Seluruh rangkaian operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 03.37 WIB. Situasi kemudian aman dan terkendali,” tambah Gatot.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik pada sebuah kipas angin di salah satu kamar. Api dengan cepat merambat ke bagian atap dan ruangan lainnya karena struktur bangunan sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar seperti kayu dan tripleks.
Seorang warga yang tinggal di rumah tersebut dikabarkan sedang sakit dan sempat terjebak di dalam kamar saat api mulai membesar. Beruntung, teriakan korban didengar warga sekitar yang kemudian mendobrak pintu dan mengevakuasi korban keluar sebelum api semakin membesar.
“Begitu korban berhasil dievakuasi, warga langsung menghubungi petugas damkar untuk meminta bantuan,” kata Gatot.
Dua rumah yang terbakar memiliki luas total sekitar 160 meter persegi. Dari data sementara, bangunan tersebut dihuni tujuh kepala keluarga dengan 25 jiwa. Sebagian besar penghuni kehilangan tempat tinggal dan harta benda, termasuk perabotan rumah tangga, dokumen penting, serta kendaraan roda dua yang ikut terbakar.
“Kerugian materiel ditaksir mencapai sekitar Rp 800 juta,” ujar Gatot.
Hingga Sabtu pagi, petugas Gulkarmat masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk memastikan tidak ada bara api tersisa. Pihak kelurahan bersama aparat setempat juga mendata para korban dan menyiapkan bantuan sementara berupa kebutuhan dasar.
Gulkarmat Jakarta Utara mengimbau warga untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak layak. Alat elektronik seperti kipas angin, televisi, dan charger yang dibiarkan menyala dalam waktu lama, terutama saat malam hari, kerap menjadi penyebab utama kebakaran di permukiman padat.
“Kami terus mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa kondisi kabel dan stop kontak di rumah, serta mematikan alat listrik yang tidak digunakan,” tutur Gatot.
Insiden di Papanggo menambah daftar kebakaran permukiman di Jakarta Utara sepanjang 2025. Berdasarkan data Gulkarmat, sebagian besar kebakaran disebabkan korsleting listrik di lingkungan padat yang minim ventilasi dan memiliki instalasi listrik tidak standar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




