Logo BeritaSatu

Kontribusi Asuransi Syariah Diproyeksikan Tumbuh 15%

Senin, 28 November 2022 | 12:25 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritatasatu.com- Industri asuransi syariah ditargetkan mencatatkan pertumbuhan premi atau kontribusi sebesar 10%-15% pada tahun 2023. Sejumlah tantangan mulai potensi resesi, kemampuan daya beli masyarakat, hingga pemisahan atau spin off unit usaha syariah (UUS) menjadi tantangan bisnis asuransi syariah ke depan.

Ketua Bidang Riset dan Inovasi Produk Asuransi Umum Syariah Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Pristiwanto Bani, pertumbuhan kontribusi asuransi syariah sejak 2015-2022 di kisaran 18%. Artinya, dalam kondisi pandemi pun kontribusi dan aset dari perusahaan asuransi syariah tetap tumbuh baik.

Advertisement

"Namun kemungkinan karena kemarin itu yang namanya klaim dan pencairan sempat turun. AASI masih optimismis pertumbuhan kita (2023) masih 10%-15% dalam hal kontribusi, dibandingkan rata-rata pertumbuhan 2015-2022," ungkap Prastiwanto, baru-baru ini.

Mengacu data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kontribusi bruto asuransi syariah mencapai Rp 19,95 triliun atau tumbuh 18,13% secara year on year (yoy) sampai kuartal III 2022. Nilai itu dicatatkan oleh lini asuransi jiwa syariah, asuransi umum syariah, dan reasuransi syariah.

Pada saat sama, total aset mencapai naik 3,00% menjadi Rp 44,99 triliun. Dengan aset investasi sebesar Rp 36,90 triliun atau tumbuh 5,28%, berikut hasil investasi sebesar Rp 936 miliar, meningkat signifikan dari peroleh sebelumnya Rp 13 miliar.

Adapun klaim dibayarkan mencapai Rp 14,40 triliun atau turun tipis 1,58%. Dengan demikian, penetrasi asuransi syariah tercatat masih berada di level 0,14%, termasuk densitas sebesar Rp 96.127.

Di sisi lain, Prastiwanto menerangkan, dari 2018 sampai dengan 2022, perusahaan asuransi syariah masih didominasi UUS. Dari 60 perusahan per Agustus 2022, perusahaan full pledge asuransi syariah hanya sebanyak 15 entitas dan sisanya sebanyak 45 entitas merupakan UUS. "Tantangan kita di asuransi syariah adalah melakukan spin off di tahun 2024. Menurut Undang-Undang (UU) mengharuskan spin off. Di sini AASI tetap komitmen kalau bisa semua bisa berubah menjadi syariah," ujar dia.

Baca selanjutnya
Untuk itu, dia menilai, pemerintah perlu mempermudah proses spin off dari ...


hal 1 dari 2 halaman

Halaman: 12selengkapnya

Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

CLEO Targetkan Penggunaan Plastik Daur Ulang 20 Persen

PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menargetkan penggunaan plastik daur ulang untuk botol kemasan air minum mencapai 20 persen tahun ini.

EKONOMI | 6 Februari 2023

BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Masih Jawa Sentris

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terpusat di Jawa dan Sumatera.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Tetapkan Dua Fokus Utama Pengawasan IKNB di 2023

Ogi menegaskan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menentukan dua fokus utama pengawasan di sektor industri keuangan non bank atau IKNB.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Ini Dua Sektor Penopang Pertumbuhan Ekonomi Syariah

BI memproyeksikan ekonomi syariah pada 2023 masih akan tumbuh positif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Ungkap Alasan Industri Keuangan Syariah Masih Tertinggal

Total aset keuangan syariah di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan aset keuangan konvensional.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pangsa Pasar Keuangan Syariah Indonesia Capai 10,69 Persen

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik, pertumbuhan keuangan syariah juga menunjukkan hasil yang baik.

EKONOMI | 6 Februari 2023

BPS Sebut Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tertinggi Sejak 2013

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 mencapai 5,31 persen.

EKONOMI | 6 Februari 2023

OJK Catat Aset IKNB Tembus Rp 3.081,30 Triliun di 2022

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset industri keuangan non bank atau IKNB menembus Rp 3.081,30 triliun per Desember 2022.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pertumbuhan Ekonomi 2022 Ditopang Industri Pengolahan

Komponen industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi selama tahun 2022 dari sisi lapangan usaha.

EKONOMI | 6 Februari 2023

Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Hadapi Banyak Tantangan

Indonesia saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi dan keuangan syariah global.

EKONOMI | 6 Februari 2023


TAG POPULER

# Pelecehan Anak


# Liga Spanyol


# Hasya Athallah


# Bripka Madih


# Pemilu 2024


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasih Paham BTV: Tarik Ulur Koalisi Partai Politik Jelang Pemilu 2024

Kasih Paham BTV: Tarik Ulur Koalisi Partai Politik Jelang Pemilu 2024

BERSATU KAWAL PEMILU | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE