ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Intip Proyeksi Pergerakan Harga dan Yield SUN Pekan Ini

Selasa, 20 Desember 2022 | 08:17 WIB
M
WP
Penulis: Muawwan | Editor: WBP
Ilustrasi obligasi (surat utang)
Ilustrasi obligasi (surat utang) (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com- Harga Surat Utang Negara (SUN) pekan ini diproyeksi bakal mengalami penguatan secara terbatas dengan imbal hasil (yield) SUN untuk tenor 10 tahun di kisaran 6,8%-7,00%.

Fixed Income Analyst Pefindo Ahmad Nasrudin mengatakan penurunan yield SUN yang terjadi belum lama ini membuat pasar SUN pekan ini diwarnai maraknya aksi spekulasi untuk mengambil keuntungan dari koreksi harga baru-baru ini. Seiring dengan prediksi aksi spekulasi itu, Nasrudin mencermati, yield SUN bakal cenderung naik pada pekan ini.

"Sebagian besar investor asing yang masuk kembali ke pasar domestik akan mengambil posisi jangka pendek dengan tenor kurang lebih dari 1 tahun untuk mengambil kenaikan harga SUN baru-baru ini," kata Nasrudin kepada Investor Daily.

Sentimen lain yang juga akan mempengaruhi harga SUN pekan depan adalah hasil rapat Gubernur Bank Indonesia. Karena itu, Nasrudin memperkirakan, yield tenor 10 tahun bakal bergerak di area 6,8%-7,00%.

ADVERTISEMENT

Jika bank sentral masih mempertahankan suku bunga, hal itu akan menjadi katalis bagi kinerja pasar surat utang pemerintah dan mendorong yield turun lebih lanjut. Sebaliknya, jika bank sentral masih menaikkan suku bunga–sebagai respons atas kenaikan suku bunga di negara maju pada awal bulan ini--maka hal itu akan memicu kenaikan yield.

"Sejauh ini, saya melihat bank sentral mulai melunak dengan kebijakan moneter ketatnya. Artinya, mereka tidak lagi seagresif sebelumnya dalam menaikkan suku bunga," sambungnya.

Atas pertimbangan tersebut, investor asing akan melihatnya sebagai titik entri. Nasrudin mengamati, para investor asing akan berusaha membeli SUN pada harga terendah dan mendapatkan keuntungan saat harga naik seiring dengan berakhirnya siklus kenaikan suku bunga secara agresif.

Sementara dari sentimen global, dia mencermati beberapa rilis data ekonomi yang berpotensi mempengaruhi pasar keuangan global yang berpotensi berimbas pada pasar keuangan domestik. Adapun beberapa sentimen yang perlu diwaspadai di antaranya harga minyak dan aksi profit taking menjelang akhir tahun.

Senada dengan Nasrudin, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto juga memprediksi, harga SUN pada pekan depan berpotensi mengalami penguatan terbatas sejalan dengan berakhirnya suplai dari primary market.

Pasalnya, kebutuhan investor terhadap instrumen investasi di pasar obligasi masih ada sampai akhir tahun sehingga potensi penguatan harga menjadi terbuka. Di sisi lain, penguatan terbatas itu juga ditopang oleh kondisi makro ekonomi Indonesia yang relatif stabil meski The Fed telah menaikkan suku bunga secara tidak agresif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Utang Pemerintah Hampir Sentuh Rp 10.000 Triliun

Utang Pemerintah Hampir Sentuh Rp 10.000 Triliun

EKONOMI
Pelemahan Rupiah dan Harga Minyak Tekan SBN

Pelemahan Rupiah dan Harga Minyak Tekan SBN

EKONOMI
Mayoritas Investor Domestik, Pasar Obligasi RI Lebih Tahan Tekanan

Mayoritas Investor Domestik, Pasar Obligasi RI Lebih Tahan Tekanan

EKONOMI
Lelang 9 SUN, Pemerintah Bidik Rp 49,5 Triliun

Lelang 9 SUN, Pemerintah Bidik Rp 49,5 Triliun

EKONOMI
Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

EKONOMI
Menebak Prospek Surat Utang Indonesia di Awal 2026

Menebak Prospek Surat Utang Indonesia di Awal 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon