Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk
Rabu, 14 Januari 2026 | 15:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 12 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk.
Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran masuk pada lelang tersebut mencapai Rp 55,26 triliun, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen pembiayaan syariah pemerintah.
Kontribusi terbesar berasal dari seri PBS030 (pembukaan kembali) dengan nominal yang dimenangkan sebesar Rp 4,15 triliun dari total penawaran masuk Rp 8,64 triliun. Seri ini mencatatkan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,15938% dengan jatuh tempo 15 Juli 2028.
Selanjutnya, pemerintah menyerap dana Rp 3 triliun dari seri SPNS12102026 (penerbitan baru) yang memperoleh penawaran masuk sebesar Rp 10,08 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan berada di level 4,5% dengan jatuh tempo 12 Oktober 2026.
Dari seri PBS040 (pembukaan kembali), pemerintah menghimpun Rp 1,1 triliun dari penawaran masuk Rp 5,93 triliun. Seri ini dimenangkan dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,50835% dan jatuh tempo 15 November 2030.
Selain itu, masing-masing Rp 1 triliun dimenangkan dari seri SPNS10022026 dan SPNS13072026 yang keduanya merupakan seri pembukaan kembali. Seri SPNS10022026 mencatatkan penawaran masuk Rp 6,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,3% dan jatuh tempo 16 Februari 2026. Sementara itu, seri SPNS13072026 memperoleh penawaran masuk Rp 10,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,45% dan jatuh tempo 13 Juli 2026.
Serapan dana juga berasal dari seri PBS038 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp 750 miliar dari penawaran masuk Rp 5,41 triliun. Seri ini menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,67861% dengan jatuh tempo 15 Desember 2049.
Adapun seri PBSG002 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp 600 miliar dari penawaran masuk Rp 4,55 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,0181% dan jatuh tempo 15 Oktober 2033.
Terakhir, seri PBS034 (pembukaan kembali) dimenangkan senilai Rp 400 miliar dari penawaran masuk Rp 3,9 triliun. Seri ini mencatatkan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,34536% dengan jatuh tempo 15 Juni 2039.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




