ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Tambah Utang Rp 12 Triliun dari 8 Sukuk

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:24 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi utang negara.
Ilustrasi utang negara. (Pexels/Robert Lens)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 12 triliun dari lelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk.

Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran masuk pada lelang tersebut mencapai Rp 55,26 triliun, mencerminkan tingginya minat investor terhadap instrumen pembiayaan syariah pemerintah.

Kontribusi terbesar berasal dari seri PBS030 (pembukaan kembali) dengan nominal yang dimenangkan sebesar Rp 4,15 triliun dari total penawaran masuk Rp 8,64 triliun. Seri ini mencatatkan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,15938% dengan jatuh tempo 15 Juli 2028.

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, pemerintah menyerap dana Rp 3 triliun dari seri SPNS12102026 (penerbitan baru) yang memperoleh penawaran masuk sebesar Rp 10,08 triliun. Imbal hasil rata-rata tertimbang yang dimenangkan berada di level 4,5% dengan jatuh tempo 12 Oktober 2026.

Dari seri PBS040 (pembukaan kembali), pemerintah menghimpun Rp 1,1 triliun dari penawaran masuk Rp 5,93 triliun. Seri ini dimenangkan dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,50835% dan jatuh tempo 15 November 2030.

Selain itu, masing-masing Rp 1 triliun dimenangkan dari seri SPNS10022026 dan SPNS13072026 yang keduanya merupakan seri pembukaan kembali. Seri SPNS10022026 mencatatkan penawaran masuk Rp 6,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,3% dan jatuh tempo 16 Februari 2026. Sementara itu, seri SPNS13072026 memperoleh penawaran masuk Rp 10,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,45% dan jatuh tempo 13 Juli 2026.

Serapan dana juga berasal dari seri PBS038 (pembukaan kembali) yang dimenangkan sebesar Rp 750 miliar dari penawaran masuk Rp 5,41 triliun. Seri ini menawarkan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,67861% dengan jatuh tempo 15 Desember 2049.

Adapun seri PBSG002 (pembukaan kembali) dimenangkan sebesar Rp 600 miliar dari penawaran masuk Rp 4,55 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,0181% dan jatuh tempo 15 Oktober 2033.

Terakhir, seri PBS034 (pembukaan kembali) dimenangkan senilai Rp 400 miliar dari penawaran masuk Rp 3,9 triliun. Seri ini mencatatkan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,34536% dengan jatuh tempo 15 Juni 2039.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Utang Luar Negeri Swasta Alami Penurunan Tipis

Utang Luar Negeri Swasta Alami Penurunan Tipis

EKONOMI
Utang Luar Negeri RI Naik Lagi, Tembus Rp 7.389 Triliun

Utang Luar Negeri RI Naik Lagi, Tembus Rp 7.389 Triliun

EKONOMI
Prabowo: Rasio Utang Indonesia Masih Salah Satu Terendah Dunia

Prabowo: Rasio Utang Indonesia Masih Salah Satu Terendah Dunia

EKONOMI
Fitch Turunkan Outlook Kredit RI Jadi Negatif, Ini Penyebabnya

Fitch Turunkan Outlook Kredit RI Jadi Negatif, Ini Penyebabnya

EKONOMI
Mayoritas Investor Domestik, Pasar Obligasi RI Lebih Tahan Tekanan

Mayoritas Investor Domestik, Pasar Obligasi RI Lebih Tahan Tekanan

EKONOMI
Prabowo: RI Tak Pernah Gagal Bayar Utang!

Prabowo: RI Tak Pernah Gagal Bayar Utang!

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT