Premi Lini Bisnis Harta Benda Indonesia Re Naik ke Rp 2,7 T
Sabtu, 31 Desember 2022 | 07:34 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re sepanjang 2022 berhasil mencatatkan kinerja bagus pada lini bisnis asuransi harta benda yang mencakup asuransi properti dan kebakaran dengan nilai premi naik 15% mencapai Rp2,7 triliun. Khusus untuk bisnis fakultatif bahkan mendapatkan pencapaian terbesar menembus Rp 1 triliun.
Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khairat menjelaskan sepanjang 2022 lini bisnis harta benda masih menjadi penopang bagi kinerja sektor reasuransi umum bagi BUMN ini. Pada 2021, kontribusi lini bisnis ini mencapai 64% bagi pendapatan di sektor reasuransi umum Indonesia Re. "Sementara pada 2022, kontribusi asuransi properti bagi perolehan bisnis Indonesia Re meningkat menjadi 67,8% diikuti lini bisnis engineering sebesar 11% dan kelas Casualty, Credit & Surety sebesar 8%," kata dia Jumat (30/12/2022).
Sebagai informasi, komposisi bisnis Indonesia Re terdiri dari tiga bidang utama yaitu reasuransi umum, reasuransi jiwa dan investasi. Hingga saat ini, jelas Delil, porsi paling besar dikelola oleh lini reasuransi umum.
Delil menjelaskan lini bisnis harta benda atau asuransi properti di Indonesia meningkat signifikan sejak 2014 atau saat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai menerapkan regulasi atau Surat Edaran (SE) terkait tarif asuransi tersebut. "Indonesia Re terus mencari kondisi optimal dalam meng-underwrite lini bisnis tersebut," jelas Delil.
Indonesia Re, kata Delil, mengembangkan lini bisnis harta benda dengan sejumlah strategi. Menurutnya, strategi utama pengembangan asuransi properti adalah dengan pengelolaan kapasitas dan harga yang sesuai. "Dalam hal ini underwriter harus memastikan bahwa kapasitas yang diberikan kepada perusahaan asuransi telah mempertimbangkan tingkat risiko, expenses dan margin untuk perusahaan," kata dia.
Delil menjelaskan, penempatan fakultatif menjadi motor penggerak pengelolaan kapasitas tersebut di mana underwriter dari perusahaan reasuransi dan asuransi dapat bekerja sama untuk mengukur tingkat risiko dan memberikan harga yang sesuai atas risiko dan kapasitas yang diberikan.
Indonesia Re juga memberikan perhatian khusus dalam kerja sama administrasi antara dua perusahaan sehingga bahwa produksi bisnis antar mitra (seamless production) dapat terjalin tanpa ada permasalahan administrasi.
Delil optimistis bahwa lini bisnis harta benda masih akan menjadi penopang industri asuransi kerugian pada 2023. Oleh karena itu, dia menegaskan, Indonesia Re berkomitmen untuk tetap melayani industri asuransi dalam pengelolaan risiko harta benda tersebut dengan tetap menjalin komunikasi dan bekerjasama dalam proses underwriting dan pengelolaan risiko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




