ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Investor Gigit Jari, January Effect Jauh Panggang dari Api?

Jumat, 6 Januari 2023 | 09:05 WIB
YR
WP
Penulis: Yunia Rusmalina | Editor: WBP
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B Universe Photo/Uthan A Rachim)

Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/1/2023), anjlok ke level terendah baru dalam 6 bulan terakhir setelah merosot 159,4 poin (2,34%) menjadi 6.653,84. Investor di bursa dibuat gigit jari karena fenomena January Effect yang biasanya terjadi di awal tahun sepertinya jauh panggang dari api alias tidak kunjung tiba.

Investment Information PT Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan pelemahan IHSG Kamis karena terseret saham berkapitalisasi besar menyusul sentimen negatif eksternal yakni hasil risalah FOMC Meeting Minutes yang menegaskan The Fed makin hawkish menaikkan suku bunga untuk menurunkan inflasi. Sentimen lainya kenaikan probabilitas resesi global di 2023. "Sementara ini, IHSG memiliki support 6.540 dan resistance 6.744," kata dia Kamis (5/1/12023).

Nafan merekomendasikan saham pilihan saham pada periode January Effect yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood ICB Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

ADVERTISEMENT

Sementara analis Central Capital Futures Wahyu Tri Laksono mengamati kecemasan global dan ancaman resesi global masih menghantui IHSG, walaupun secara domestik fundamental Indonesia cukup kuat.

Dia mengungkapkan, jika January Effect terjadi, bisa membuka jalan IHSG ke 7.000-7.100. "Namun hingga kini masih kurang meyakinkan untuk bullish. Jadi peluang January effect masih terbuka, possible but not probable,"tuturnya.

Dia mengatakan 2023 juga dinilai sebagai tahun politik sehingga investor sering kali wait and see. "Namun saya lihat stabilitas politik cukup kuat didukung fundamental ekonomi kita yang stabil,"tuturnya.

Sejalan pencabutan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dia menyatakan investor bisa membeli saham di sektor konsumsi siklikal dan non-siklikal karena mendukung mobilitas dan kerumunan seperti transportasi dan komunikasi. Selain itu, hospitality seperti perhotelan, restoran dna kafe.

IHSG pada tahun 2023 diproyeksi memiliki skenario wajar 6.000-7.600 dan berpotensial menuju 8.000. Adapun skenario buruk menuju 5.000-7.500.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

January Effect pada Pasar Modal, Peluang atau Sekadar Mitos?

January Effect pada Pasar Modal, Peluang atau Sekadar Mitos?

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon