ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Industri Asuransi Komitmen Tambah Investasi Jangka Panjang

Senin, 16 Januari 2023 | 19:08 WIB
PA
FH
Penulis: Prisma Ardianto | Editor: FER
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (tengah) bersama Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pimpinan asosiasi industri jasa keuangan saat konferensi pers usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin, 16 Januari 2023. 
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon (tengah) bersama Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pimpinan asosiasi industri jasa keuangan saat konferensi pers usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin, 16 Januari 2023.  (Beritasatu Photo/Prisma Ardianto)

Jakarta, Beritasatu.com - Industri asuransi berkomitmen terus menambah penempatan investasi di instrumen jangka panjang guna mendukung program pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Komitmen ini disampaikan Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Budi mengatakan, aset industri asuransi jiwa terus tumbuh hingga menembus Rp 600 triliun. Investasi di pasar modal mencapai Rp 325 triliun dan sekitar Rp 200 triliun ditempatkan dalam bentuk investasi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

"Kami juga menyampaikan kepada Bapak Presiden bahwa industri asuransi jiwa komitmen untuk menghimpun dana investasi jangka panjang lebih banyak lagi sehingga bisa turut menyukseskan program pemerintah untuk pembangunan infrastruktur," ungkap dia dalam konferensi pers usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Senin (16/1/2023).

Merujuk data AAJI, penempatan investasi asuransi jiwa pada instrumen pasar modal sampai kuartal III-2022 mencapai Rp 325,18 triliun. Dengan rincian instrumen saham senilai Rp 156,10 triliun, instrumen reksa dana mencapai Rp 126,08 triliun, dan instrumen sukuk korporasi sebesar Rp 43,00 triliun.

Sementara instrumen investasi berupa surat berharga negara (SBN) dicatatkan mencapai Rp 132,10 triliun. Adapun deposito dari industri asuransi jiwa sebesar Rp 41,73 triliun atau hanya berkontribusi sebesar 7,7% dari total aset investasi sebesar Rp 538,81 triliun. Dengan total aset kuartal III-2022 mencapai Rp 616,42 triliun.

Budi menyatakan, industri asuransi jiwa menunjukkan komitmennya kepada masyarakat bahwa klaim dan manfaat yang dibayarkan lebih dari Rp 150 triliun per tahun. Nilai itu dirasakan setidaknya sebanyak 8 juta tertanggung dari total sekitar 83 juta tertanggung di industri asuransi jiwa.

"Kami sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa industri asuransi jiwa komitmen untuk terus mendukung, menjaga, dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," imbuh dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

OJK Terapkan QR Code untuk Cek Legalitas Pialang Asuransi

OJK Terapkan QR Code untuk Cek Legalitas Pialang Asuransi

EKONOMI
Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

Lindungi Nasabah, LPS Siapkan Program Penjaminan Polis Asuransi

EKONOMI
OJK Perpanjang Implementasi SLIK Asuransi hingga 2027

OJK Perpanjang Implementasi SLIK Asuransi hingga 2027

EKONOMI
Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Donor Darah, Mini MCU, dan Breast Cancer Screening

MULTIMEDIA
Aset Asuransi dan Dana Pensiun Tembus Rp 2.992 Triliun

Aset Asuransi dan Dana Pensiun Tembus Rp 2.992 Triliun

EKONOMI
OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

OJK Proyeksikan Premi Unit Link Tumbuh Terbatas pada 2026

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon