Pembiayaan BSI Tumbuh 20,15 Persen pada Kuartal I 2023
Jumat, 28 April 2023 | 06:45 WIB
Strategi yang dimaksud meliputi, pertama, disiplin pertumbuhan pada fokus bisnis serta target pasar yang telah ditetapkan. Kedua, perbaikan proses bisnis dan fitur produk. Ketiga, disiplin dalam melakukan intensif monitoring, serta melakukan reviu secara periodik terhadap portfolio guideline.
Keempat, mengklasifikasikan kriteria industri hingga persetujuan kriteria. Kelima, peningkatan kapabilitas dan kompetensi SDM dalam proses pembiayaan.
Menurut Tiwul, realisasi strategi tersebut dapat tercermin dari pembiayaan baru yang disalurkan sampai Maret 2023 memiliki kualitas yang cukup baik. Seluruh pembiayaan wholesale tercatat memiliki kinerja baik dengan kolektibilitas 1. Sedangkan segmen ritel dan konsumer memiliki 98,73% di kolektibilitas 1.
Perkembangan kualitas pembiayaan BSI pun terus menunjukkan tren semakin membaik dan manageable. Hal tersebut dapat dilihat pada financing at risk (FaR) yang terus bergerak menurun. Secara year to date (ytd), FaR turun sekitar Rp 700 miliar.
"Sehingga FaR menurun dari 12,45% di Desember 2022 menjadi Rp 11,80% pada Maret 2023. Penurunan FaR tersebut terjadi di seluruh segmen, baik wholesale, ritel, maupun konsumer," ucap Tiwul.
Dia menuturkan, penurunan pembiayaan dalam kategori berisiko ini dapat dicapai dengan penerapan sejumlah strategi. Selain disiplin berdasarkan target pasar dan intensif monitoring, BSI turut melakukan restrukturisasi nasabah yang masih memiliki kemampuan bayar dan penguatan collection/recovery.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




