Sebanyak 43 Perusahaan Antre IPO, 10% di Antaranya UMKM
Minggu, 11 Juni 2023 | 17:09 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan sebanyak 43 perusahaan antre untuk menjadi perusahaan terbuka. Pipeline didominasi oleh sektor consumer cyclical dan 10% diantaranya berasal dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, dari 43 perusahaan tersebut sebanyak 4 perusahaan masuk dalam kategori aset skala kecil atau dengan aset di bawah Rp 50 miliar, kemudian 27 perusahaan aset skala menengah pada kisaran Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Lalu sisanya yakni 12 perusahaan beraset skala besar dengan aset di atas Rp 250 miliar.
Adapun secara rinci, 43 perusahaan itu terdiri dari 4 perusahaan dari sektor basic materials, 9 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, 5 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals, 3 perusahaan dari sektor energy, 1 perusahaan dari sektor financials, 2 perusahaan dari sektor healthcare, 4 perusahaan dari sektor industrials, 3 perusahaan dari sektor infrastructures, 5 perusahaan dari sektor properties & real estate, 4 perusahaan dari sektor technology serta 3 perusahaan dari sektor transportation & Logistic.
Untuk mengakomodir emiten UMKM, Nyoman menyebutkan, bursa sudah menyediakan papan akselerasi sebagai upaya mendorong lebih banyak UMKM untuk menyelenggarakan IPO, sebagai bentuk penggalangan dana untuk naik kelas dan melakukan ekspansi. "Yang kita masukkan ke papan akselerasi bukan hanya sekedar sizenya yang kecil. Kita tidak melihat itu, tapi bagaimana perusahaan ini berbeda dari yang lain, artinya, ada inovasi ada hal-hal yang kita lihat ada growth opportunity ke depan," ujar Nyoman.
Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyampaikan sampai saat ini telah terdapat 33 UMKM yang menggelar IPO dari total 864 perusahaan yang telah melantai di bursa. Dengan adanya keterlibatan BEI sebagai inkubator, pihaknya optimis 100 UMKM akan lebih cepat bisa menjadi perusahaan go public seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil."Misalnya warung bakso, warteg (warung tegal), usaha-usaha lainnya yang bisa kita agregasi, sehingga kalau minimumnya nilai Rp50 miliar itu saya kira bisa, tapi memang perlu keterlibatan inkubator," kata Teten.
Lebih lanjut, hari ini BEI akan mencatatkan PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) sebagai perusahaan ke-41 di BEI. Sebagai informasi, calon emiten yang bergerak sebagai produsen makanan ringan, itu mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 1 miliar saham atau 10,41%. Saham-saham tersebut terdiri dari 450 juta saham baru dan 550 juta saham milik PT Karya Nusa Persada (KNP) atau saham divestasi.
Perseroan mematok harga IPO Rp 100 per saham di mana masa penawaran umumnya berlangsung pada 6-8 Juni 2023 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juni. Total dana yang bakal diraih MAXI dari IPO mencapai Rp 100 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Shinhan Sekuritas Indonesia.
Maxindo Karya Anugerah secara bersamaan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1 miliar waran seri I. waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham yang ditawarkan. Setiap pemegang 1 saham yang ditawarkan berhak memperoleh 1 waran seri I.
Di mana setiap pemegang 1 waran seri I bisa menebus 1 saham dengan harga pelaksanaan Rp 100. Total dana dari waran seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 100 miliar.
Seluruh dana yang diperoleh dari IPO ini, setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham akan digunakan untuk modal kerja perseroan.
Adapun modal kerja yang dimaksud adalah terkait dengan pembayaran untuk pembelian bahan baku baik bahan baku langsung maupun bahan baku pembantu, upah tenaga kerja, biaya penjualan dan pemasaran, biaya perawatan dan utilitas, serta biaya untuk keperluan kantor. Sedangkan seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, akan digunakan juga untuk modal kerja perseroan.
Sedangkan perusahaan ke-42 yakni PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) mantap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak 540 juta saham atau 24,94% di harga Rp 146 per saham. Masa penawaran umumnya berlangsung pada 6-8 Juni 2023 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Juni. Perseroan bakal meraih dana Rp 78,84 miliar dari aksi yang dikawal Panin Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Pelayaran Kurnia Lautan Semesta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayaran angkutan laut dengan armada kapal tongkang. Saat ini perseroan mengoperasikan 4 set armada tug boat dan tongkang.
Perseroan melayani pengangkutan barang komoditas seperti pasir kuarsa, nikel, dan sebagainya. Perseroan melalui perusahaan anak juga memiliki kegiatan usaha penggalian kuarsa, penjualan kaca lembaran, penyewaan alat berat, dan penyewaan dump truk untuk mendukung kegiatan operasional pertambangan.
Dana dari IPO rencananya akan digunakan sekitar 70,74% untuk pembelian 4 set kapal (tugboat) dan tongkang (barge); 14,65% akan digunakan oleh perseroan untuk penyetoran modal kepada anak usaha, yaitu PT Karya Cipta Lahanindo (KCL); sekitar 14,61% untuk modal kerja.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




