ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Airlangga: Indonesia Punya Modal Besar sebagai Negara Maju

Minggu, 17 September 2023 | 05:02 WIB
AK
FH
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: FER
Airlangga Hartarto.
Airlangga Hartarto. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta, Beritasatu.com - Fundamental perekonomian Indonesia terus memperlihatkan resiliensi, dan mendapat persepsi positif dari berbagai lembaga internasional. Melalui berbagai upaya pemerintah, perekonomian Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan di atas 5% selama 7 kuartal berturut-turut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, sasaran yang ingin dicapai Indonesia di tahun 2045, yaitu produk domestik bruto (PDB) sebesar US$ 9,8 triliun, dengan pendapatan per kapita US$ 30.300. Sementara, kontribusi manufaktur ditargetkan mencapai 28% dengan serapan tenaga kerja sebesar 25,2%.

"Indonesia punya modal besar untuk mencapai sasaran sebagai negara maju," kata Airlangga dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (16/9/2023).

Airlangga menjelaskan, modal besar yang dimiliki Indonesia sebagai negara maju yakni angkatan kerja yang besar dan masuk periode bonus demografi, serta ekonomi digital Indonesia yang mencakup 40% dari transaksi ekonomi digital di ASEAN pada tahun 2030.

ADVERTISEMENT

Indonesia juga menyiapkan diri menjadi anggota OECD, yang bermanfaat meningkatkan standar kebijakan pemerintah, sehingga lebih unggul untuk perekonomian yang adil, inklusif, bebas dari korupsi, dan berwawasan lingkungan.

"Pada pertemuan OECD beberapa waktu lalu, 38 negara anggota menyambut baik dan mendukung keinginan Indonesia untuk bergabung. Indonesia butuh harmonisasi regulasi dengan lebih dari 200 standar yang ditetapkan oleh OECD. Ini bukan pekerjaan yang mudah, tentunya membutuhkan peran dari stakeholder termasuk ekonom," jelasnya.

Mencapai Visi Indonesia Emas 2045, jelas Airlangga, beberapa hal yang perlu dilakukan yakni penyiapan SDM berkualitas, peningkatan digitalisasi, serta meningkatkan nilai tambah komoditas melalui industrialisasi dan hilirisasi.

"Berbagai indikator ekonomi juga menunjukkan capaian yang baik. PMI Indonesia di bulan Agustus 2023 mencapai 53,9 dan ini merupakan angka ekspansif dalam 24 bulan berturut-turut. Tentu ini prospektif positif terhadap ekonomi Indonesia ke depan. Prospek yang baik ini menjadi landasan yang kuat untuk mencapai target negara maju yang sudah ditetapkan dalam RPJPN 2024-2045," kata Airlangga.

Dia mengatakan, program Kartu Prakerja yang didorong untuk penyiapan SDM berkualitas sudah diikuti sebanyak 17,7 juta masyarakat sejak tahun 2020. Berbagai program pengembangan digital talent, termasuk melalui Kawasan Ekonomi Khusus di Nongsa Digital Park Batam juga terus dimaksimalkan.

Dalam KTT Asean 2023, Indonesia juga telah mendorong Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang merupakan ekosistem digital yang diharapkan dapat meningkatkan nilai perekonomian digital dari yang semula US$ 1 triliun menjadi US$ 2 triliun pada tahun 2030.

Airlangga juga menyampaikan, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara memiliki pertumbuhan yang mencapai double digit karena didorong oleh tumbuhnya industri manufaktur besi, baja, dan nikel.

"Kita berharap bahwa Indonesia mampu menjadi produsen baterai sampai dengan kendaraan listrik atau electric vehicle, dan ini menjadi andalan di Asia," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo: Indonesia Siap Jadi Jembatan Ekonomi Dunia

Prabowo: Indonesia Siap Jadi Jembatan Ekonomi Dunia

EKONOMI
Airlangga Bangga Rasio Utang RI Cuma 38,8 Persen, Jauh di Bawah Jepang

Airlangga Bangga Rasio Utang RI Cuma 38,8 Persen, Jauh di Bawah Jepang

EKONOMI
RI Butuh Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen untuk Jadi Negara Maju 2045

RI Butuh Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen untuk Jadi Negara Maju 2045

EKONOMI
Indonesia Punya Modal Kuat Jadi Negara Maju

Indonesia Punya Modal Kuat Jadi Negara Maju

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon