Wall Street Menguat Seiring Menurunnya Yield Obligasi AS
Rabu, 11 Oktober 2023 | 07:32 WIB
New York, Beritasatu.com - Wall Street ditutup menguat pada hari Selasa (10/10/2023), didorong oleh penurunan imbal hasil surat utang pemerintah (Treasury). Investor juga mengevaluasi risiko geopolitik dari perang Israel-Hamas.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebesar 0,40%, atau 134,65 poin, hingga berakhir di level 33.739,30. S&P 500 juga mengalami kenaikan sebesar 0,52%, berakhir di level 4.358,24. Sedangkan Nasdaq Composite yang lebih berfokus pada teknologi meningkat sebesar 0,58%, berakhir di level 13.562,84.
Imbal hasil surat utang pemerintah (Treasury yield) 10 tahun sebagai tolok ukur mengalami penurunan hampir 13 basis poin, menjadi sekitar 4,65%. Para investor mencari aset aman di tengah konflik Israel-Hamas. Penurunan tersebut mencerminkan reaksi pertama pasar obligasi AS terhadap konflik Israel-Hamas, yang ditutup pada hari Senin dalam rangka peringatan Hari Kolumbus.
Harga minyak juga mengalami penurunan setelah menguat pada sesi sebelumnya, memberikan nafas lega bagi para investor.
Penurunan imbal hasil obligasi mengangkat saham-saham. Para investor juga mulai memperhitungkan risiko geopolitik yang disebabkan oleh perang Israel-Hamas. Sentimen laporan upah September yang lebih baik dari yang diharapkan dan optimisme menjelang serangkaian laporan laba kuartal ketiga minggu ini turut mengangkat saham.
Kelompok militan Palestina, Hamas, melancarkan serangan mengejutkan terhadap Israel pada hari Sabtu, memicu Israel untuk menyatakan perang terhadap Hamas. Serangan ini merupakan serangan paling mematikan dalam 50 tahun terakhir. Pasar awalnya memberikan reaksi negatif terhadap konflik tersebut pada hari Senin, tetapi saham-saham menguat pada hari Selasa.
Saat sesi perdagangan hari itu, perhatian juga tertuju pada saham-saham kapitalisasi kecil, dengan indeks Russell 2000 perusahaan kapitalisasi kecil dan indeks S&P Small Cap 600 masing-masing mengalami kenaikan sedikit lebih dari 1%. Indeks Russell, yang sejauh ini telah naik sekitar 1% sepanjang tahun ini, naik selama lima hari berturut-turut, pencapaian terakhir kali terjadi pada bulan Juli.
Saham PepsiCo naik sebesar 1,9% setelah produsen minuman dan makanan ringan tersebut melaporkan hasil kuartal ketiga yang melebihi ekspektasi dan menaikkan proyeksi laba. Beberapa saham di sektor energi dan industri juga melanjutkan tren hijau pada hari Selasa, dengan Enphase Energy naik 5% dan Generac Holdings naik 3,8%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




