Parlemen ASEAN bertekad kurangi gap ekonomi
Jumat, 23 September 2011 | 12:00 WIBPendapatan per kapita berkisar US$ 1.000 - US$ 30.000 per tahun.
Sidang Umum parlemen ASEAN yang diselenggarakan di Phnom Penh, Kamboja 18-23 September 2011 sepakat untuk mengurangi kesenjangan perekonomian antar negara Asia Tenggara sebagaimana yang diusulkan Indonesia.
"Indonesia mendorong gap pembangunan ekonomi agar dilakukan dengan cepat," kata Ketua Komite Ekonomi Delegasi Parlemen Indonesia Sidang Parlemen ASEAN, Arif Budimanta dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, hari ini.
Dia mengatakan, langkah ini penting mengingat pendapatan per kapita antar negara ASEAN cukup timpang. Saat ini, rata-rata penduduk sejumlah negara ada yang mencapai US$ 30.000 per tahun tetapi, namun masih ada negara-negara yang pendapatan per kapitanya kurang dari US$ 1.000 per tahun.
Arif mengatakan, percepatan kesenjangan pembangunan ekonomi tersebut dibutuhkan untuk memperkuat stabilitas, dan ketahanan serta keberlanjutan pembangunan ekonomi di kawasan regional dalam menghadpi Komunitas Ekonomi ASEAN yang terintegrasi pada 2015.
Sidang Umum Parlemen ASEAN tahun 2011 mengambil tema Membangun Kesejahteraan Komunitas ASEAN. Parlemen ASEAN juga menyerukan agar negara-negara ASEAN Enam [negara ASEAN yang sudah lebih maju yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Brunei] dapat membantu percepatan pembangunan ekonomi di negara-negara ASEAN lainnya yaitu Laos, Myanmar, Kamboja dan Vietnam.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




